PURWOREJO – Kutukan keras terhadap pelaku teror bom yang terjadi di beberapa tempat, keluar dari jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda), pemuka agama dan komunitas. DiInisiasi Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim, mereka menyampaikan pernyataan sikap di halaman Makodim, Senin (14/3).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Yuli Hastuti, Ketua DPRD Luhur Pambudi, Plt Ketua Pengadilan Negeri Suparno, Kapolres AKBP Teguh Tri Prasetya dan tokoh masyarakat lainnya. “Melalui kegiatan ini kami menyepakati untuk dalam satu langkah agar terorisme itu tidak masuk ke wilayah kita,” kata Dandim Gasim.

Diungkapkan, jajarannya bersama Polres Purworejo, dan satuan lain selalu Siaga I dari tindak terorisme. Adapun langkah nyata yang diambil, salah satunya melakukan patroli keliling kota dan titik lain yang telah ditentukan.”Kami lakukan operasi gabungan bersama. Melalui kegiatan itu kami ingin masyarakat tetap tenang,” tambahnya.

Wakil Bupati Yuli Hastuti sendiri menegaskan bahwa terorisme adalah musuh bersama. Tidak hanya menjadi tugas TNI/Polri, namun masyarakat juga bisa berperan serta.”Kita semua sudah sepaham jika terorisme harus diberantas. Mereka melakukan tindakan yang tidak manusiawi,” kata Yuli.

Sebelumnya, banyak elemen masyarakat juga melakukan penolakan terhadap adanya terorisme. Diikuti sedikitnya 100 orang, mereka menggelar aksi damai yang diadakan di Amphitheatre Alun-Alun Purworejo, Minggu malam (13/5).

Diselenggarakan Jaringan Gusdurian Purworejo, seluruh peserta menyalakan lilin perdamaian dan disampaikan pula pernyataan sikap 14 elemen masyarakat yang hadir.

Koordinator Jaringan Gusdurian Purworejo Hidayatullah mengungkapkan, agenda yang digelar secara spontan itu digelar guna merespons kondisi bangsa yang kian memperihatinkan akibat ulah para teroris. Meski digelar mendadak dengan persiapan yang cukup minim, Hidayat bersyukur elemen masyarakat di Kabupaten Purworejo baik dari unsur keagamaan maupun kepemudaan dapat menghadiri undangan yang hanya disebar melalui media sosial itu.

“Atas kejadian tersebut, kami berupaya untuk menggalang persatuan di akar rumput agar tidak mudah di pecah belah, serta bergandengan untuk menguatkan satu sama lain,” kata Hidayat. (udi/laz/mg1)