SLEMAN-Sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sleman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meningkatkan sektor produksi dan pemasaran. “Intinya bagaimana produk-produk para perajin lebih meningkat dan bisa diterima pasar. Mereka mempunyai penghasilan tetap sehingga dapat meminimalisasi jatuh di garis kemiskinan,” jelas Kepala Disperindag Tri Endah Yitnani Senin (14/5).

Pihaknya juga berkolaborasi dengan OPD lain yang berkaitan dengan pemasaran. Yakni bagaimana sentra produksi di daerah bisa digarap dengan baik sehingga aksesnya lebih mudah. Misalnya industri genteng di Godean, industru rajut dan tenun di Gamplong, Disperindag akan mendorong OPD lain agar aksesnya mudah.

“Kami juga bekerjasama dengan Dekranasda, dengan lomba Sleman Innovative Craft Award. Masyarakat akan diajarkan bagaimana memberikan nilai tambah produksinya, kualitas lebih bagus, berinovasi lebih, dll,” paparnya.

Untuk pemasaran produk, pihaknya juga berkolaborasi dengan PU untuk akses pemasaran di objek-objek wisata di Kabupaten Sleman. Apapun targetnya pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dengan mengejar di masing-masing sektor. Misal ditargetkan untuk menurunkan angka kemiskinan 8 persen sampai akhir 2018. “Kami berusaha di sektor kami dan berkolaborasi dengan yang lain,” katanya.

Disperindag juga mempunyai 102 pelatihan untuk masyarakat. Menurut Endah jika dari 102 pelatihan ada 30 yang dikembangkan akan menghasilkan banyak produksi di satu desa saja. Jika muncul 10 produksi baru hasil produksi bisa disalurkan ke pasar yang sudah besar, sistemnya menginduk atau sub.”Ada 10 orang yang membuka usaha mandiri dari pelatihan itu, kalau 102 pelatihan ada yang baru lagi kan sudah banyak,” imbuhnya.

Menyambut HUT ke 102 Kabupaten Sleman ke-102, Endah berharap masyarakat dan pemerintah terus berkerjasama dalam membangun daerah. Masyarakat juga harus ikut berbenah, jangan bergantung dengan pendampingan pemerintah saja. (ita/din/mg1)