(HERPRI KARTUN/RADAR JOJGA)

JOGJA – Partai terakhir sebelum libur puasa dan lebaran, PSIM Jogja akan menjamu Persiba Balikpapan, sore ini. Partai kelima grup timur itu akan dimainkan di Stadion Sultan Agung Bantul. Kemenangan akan menjadi modal penting agar pemain bisa sedikit lebih tenang sebelum rehat hampir lebih dari sebulan.

Pelatih Jogja PSIM Bona Simanjuntak mengatakan, sepulang away dari Persegres timnya terus melakukan evaluasi. Beberapa kekurangan yang ada terus mereka benahi. Termasuk persiapan melawan Persiba. Sebab dua gol di Gresik berasal dari bola mati. Sementara pemain-pemain Beruang Madu, julukan Persiba, sangat berbahaya dengan bola set-piece.”Namun di sisi lain, finishing terus kami pertajam lebih dari di Gresik kemarin,” ujar Bona.

Beruntung, mayoritas pemain yang turun di Gresik pekan lalu dalam kondisi fit. Hendri dan Edo sudah kembali pulih dan dapat dimainkan. Pemain juga tidak ada yang absen karena akumulasi kartu. Hanya Fachry Muslim yang kemungkinan belum bisa dimainkan karena mengalami sedikit cedera saat ujicoba dengan tim lokal beberapa waktu lalu. “Fachry ada masalah hamstring jadi mungkin istirahat dulu,” imbuhnya.

Bek tengah Edo Pratama juga mengaku, dia dan rekan-rekannya sudah siap fisik dan mental menjamu Persiba. Kurangnya fokus dan konsentrasi saat kebobolan dua gol pada saat melawan Persegres akan diminimalisasi. ” Besok (hari ini, Red) kami akan lebih disiplin lagi,” tuturnya.

Mengenai pemain lawan yang perlu diwaspadai, Bona menyebut dari rekaman video yang sudah dipelajari bersama pemain, pemain sayap Persiba patut diberikan penjagaan. Beberapa diantaranya memiliki pengalaman bermain di Liga 1. “Organisasi permainan, winger dan bola-bola mati lawan cukup berbahaya,” bebernya.

Pelatih Persiba Wanderley Junior mengaku waspada dengan motivasi dan semangat tinggi pemain PSIM. Hal itu seperti yang diperagakan di Gresik. Dirinya yang juga menyaksikan partai tersebut mengaku respek dengan permainan Laskar Mataram. “Dengan main seperti itu tidak seharusnya PSIM ada di posisi terbawah,” katanya.

Kendati respek dengan anak asuh Bona Simanjuntak, dia mengaku sebagai pelatih tentu ingin timnya meraih hasil positif. Sebab dia tentu ingin mengembalikan Persiba kembali ke Liga 1. Kondisi tersebut tentu tidak mudah sebab tim-tim Liga 2 musim ini sangat kuat dan kompetitif. “PSIM katanya persiapan mepet, tapi pemain sudah lama bersama dan sudah paham cara bermain satu sama lain. Kami harap kedua tim main terbuka dan bisa memberikan hiburan bagi penonton,” katanya.

Dia membawa 18 pemainya ke Jogja dengan minus Faturahman yang cedera. Meskipun demikian dia tidak merasa khawatir sebab seluruh pemain di timnya mempunyai kemampuan yang setara. (riz/din/mg1)