Sambutan dan dukungan terhadap inisiasi Desa Prima Kebonagung disampaikan Kepala Desa Kebonagung Marjiyem. Sejak diinisiasi BPPM DIY pada Senin (2/4), Marjiyem terus memberikan perhatian. “Kami terus dorong agar kegiatan Desa Prima berjalan maksimal,” ungkap dia.

Sejak awal dia menilai program Desa Prima sangat tepat untuk mengurangi angka kemiskinan. Lebih dari itu juga memberdayakan potensi perempuan di desanya. “Khususnya potensi ekonomi perempuan,” tandas Marjiyem. Dia meyakini dengan ekonomi perempuan kuat akan meningkatkan perekonomian keluarga. Dampaknya, kesejahteraan keluarga juga meningkat.

Dia berharap pelatihan dan pendampingan Desa Prima dilakukan secara berkelanjutan. Kelompok usaha yang dirintis warganya harus terus mendapatkan pembinaan dari BPPM DIY.

Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD DIY Suwardi ingin agar pendampingan Desa Prima Kebonagung mengedepankan konsep asah, asih dan asuh. Dengan demikian, pembinaan yang dibangun adalah kesetaraan dan kemitraan. “Dengan konsep itu saya yakin pendampingan akan berjalan efektif ,” katanya. Konsep asah asih dan asuh itu bertumpu pada budaya luhur bangsa.

Kang Wardi, begitu politikus ini akrab disapa meyakini program Desa Prima memiliki peran berarti dalam mengurangi angka kemiskinan. Bentuknya dengan kegiatan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi produktif.

Dalam kesempatan itu, dia berharap anggota dan pengurus Desa Prima Kebonagung dapat memanfaatkan pelatihan dan pendampingan dari BPPM DIY dengan sebaik-baiknya. Lewat forum itu, warga bisa bertanya menyangkut banyak hal. Termasuk pengelolaan dana bergulir. Sebab, setiap Desa Prima bakal mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 37 juta. Stimulan tersebut harus dikelola dan dikembangkan sebagai modal usaha kelompok. (kus/mg1)