BANTUL – Ada banyak cara untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Salah satunya dengan olahraga. Seperti event yang digelar Universitas Mercu Buana (UMB) Minggu (13/5). Sebanyak 2.500 peserta event bertajuk Patriot Run 2018 tersebut berlari menyusuri titik-titik bersejarah perjuangan bangsa. Di antaranya, Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu.

Ya, tidak sedikit warga Kemusuk yang menjadi korban pembantaian tentara Belanda. Persisnya saat agresi militer kedua pada 1949. Pembunuhan massal itu sebagai respons atas anjloknya pamor Belanda usai Serangan Umum 1 Maret 1949.

“Sehingga seluruh masyarakat kami undang mengikuti,” jelas Anggota DPR RI Siti Hediati Hariyadi di sela Patriot Run 2018.

Patriot Run 2018 mengambil start di Kampus I UMB. Seluruh peserta berlari sepanjang 11 kilometer. Perempuan yang akrab disapa Titik Soeharto ini mengungkapkan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Terutama, mempersiapkan generasi penerus. Jamak generasi milenial kesulitan mencari jati diri sebagai anak bangsa.

Karena itu, Titik berpendapat peningkatan nasionalisme dan patriotisme melalui olahraga sangat penting. Toh, para peserta Patriot Run 2018 dapat mengenang berbagai peristiwa bersejarah berdirinya bangsa ini ketika melalui sepanjang rute.

“Juga melalui pendidikan yang berkualitas,” ucapnya.

Ikut hadir Menteri Sosial Idrus Marham dan Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X. Menurut Idrus, rangkaian peristiwa sejarah tidak hanya dilihat dari kronologisnya. Lebih dari itu, juga sebagai tuntunan masa depan. Sebab, berbagai peristiwa bersejarah tak luput dari nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Sehingga sejarah menjadi inspirasi dan motivasi,” ingat politikus Partai Golkar ini. (cr2/zam/mg1)