JOGJA – Kemacetan di jalanan, terutama pada saat liburan, menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ. Distribusi yang tersendat ke pasar-pasar, dikhawatirkan juga akan berpengaruh terhadap kenaikan harga barang kebutuhan pokok.

Timming untuk penyediaan dan kelancaran distribusi ini juga harus diperhatikan, apalagi dengan jalanan di DIJ yang makin ramai,” ujar Ketua 3TPID DIJ Budi Hanoto Minggu (13/5). Menurutnya, keterlambatan pasokan bisa menyebabkan kenaikan harga di pasar tardisional. Terlebih nanti cuti Lebaran lebih lama.

Dari pantauan TPID DIJ di lima pasar utama di kabupaten dan kota di DIJ, Budi menyebut harga barang kebutuhan pokok relatif terkendali. Tapi ia menyebut diperlukan kewaspadaan pada kecenderungan peningkatan harga. Hal itu dipengaruhi peningkatan permintaan masyarakat jelang Ramadan. “Pengaruh pola siklikal, khususnya pada komoditi telur ayam ras, daging aya, ras dan bawang putih,” tuturnya.

Khusus kenaikan harga telur, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ ini mengatakan, meingkatnya permintaan seiring peningkatan produksi kue. Saat ini untuk kebutuhan telur di DIJ sebagian besar masih dipenuhi dari peternak lokal DIJ. Mayoritas di Bantul dan Sleman. “Kalau memang kebutuhan terus naik, bisa perdagangan dengan daerah lain. Telur biasanya dari Blitar,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) juga memperingatkan pedagang untuk tidak melakukan aksi penimbunan jelang Ramadan ini. Menurutnya, aksi spekulan itu menjadi salah satu potensi penyebab kenaikan harga. “Masyarakat jangan dipermainkan dan juga jangan terpancing untuk melakukan pembelian langsung banyak,” pesannya.

HS mengatakan salah satu yang diperhatikan dalam pengendalian inflasi adalah mindset pedagang dan pembeli. Menurut dia, momentum jelang Ramadan maupun Lebaran tidak selalu identik dengan kenaikan harga. Kalaupun ada kenaikan, HS menilai selama masih dalam batas kewajaran bisa diterima. “Masyarakat itu yang penting barangnya ada, kalaupun naik ya tidak drastis,” terangnya. (pra/laz/mg1)