PURWOREJO – Langkah Slamet Sarwo Edi mengikuti jejak Riski Dwi Afrianto, peraih perak dalam WorldSkill Abu Dhabi 2017, tinggal selangkah lagi. Siswa SMKN 1 Purworejo ini baru saja menggondol emas dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ya, menjadi duta Jawa Tengah untuk mata lomba Prototype Modelling, Slamet berhasil menjadi yang terbaik mengalahkan wakil dari provinsi lain di Indonesia. Atas raihan ini, ia berhak membawa pulang medali, tropi dan uang pembinaan senilai Rp 7 juta.

Kepala SMKN 1 Purworejo Budiyono mengungkapkan, dirinya merasa bersyukur atas capaian yang diperoleh peserta didiknya. Dari tiga siswa yang dikirimkan mewakili Jateng dari SMK 1 Purworejo, hanya Slamet yang mampu menorehkan prestasi tertinggi.

“Dua wakil kami belum berhasil menjadi yang terbaik. Memang sejak awal kami melihat Slamet akan mampu menggondol prestasi,” ujar Budiyono Minggu (13/5).

Ditambahkan, pemenang dalam LKS tahun ini rencananya akan disiapkan mengikuti ajang WorldSkill di Rusia pada 2019 nanti. Melihat waktu yang ada, Slamet sendiri nantinya telah lulus dari sekolah dan telah bekerja. “Belajar dari pengalaman tahun kemarin, Riski persiapan lomba tetap dilakukan di sekolah. Dia pulang ke Purworejo untuk mengikuti serangkaian pelatihan di sekolah ini,” jelas Budi.

Budi sendiri berharap, nantinya jejak Riski akan diikuti Slamet Sarwo Edi dan kalau memungkinkan menjadi yang terbaik di dunia. Dia mengaku siap memberikan persiapan secara khusus kepada Slamet untuk persiapan selanjutnya.

“Intinya kami siap. Dia nantinya akan mewakili Indonesia. Sebuah kehormatan bagi kami bisa turut berperan memberikan andil prestasi untuk negeri,” tambahnya.

Disinggung secara keseluruhan LKS nasional tahun ini, Budiyono mengungkapkan, Jawa Tengah gagal mempertahankan prestasi menjadi juara umum. Untuk tahun ini yang terbaik adalah DKI Jakarta dengan mengumpulkan 17 medali emas, sementara Jateng harus puas dengan 11 medali emas, dan DIJ dengan 7 emas. (udi/laz/mg1)