PURWOREJO – Kesetaraan gender terus didengungkan dan diharapkan bisa memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Hanya saja kenyataan di lapangan, gerak kaum perempuan lebih lambat, apalagi di bidang politik.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi saat menjadi pembicara di depan Ikatan Mahasiswa Wanita Muhammadiyah (IMMawati) di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (12/5). “Walaupun kesempatan sangat luas, langkah perempuan masih tetap lebih lambat,” kata Denty.

Menyikapi hal itu, ia melihat masih perlunya ada peningkatan kesadaran perempuan terhadap politik, di mana diharapkan mampu mengambil kesempatan untuk merebut. Hanya saja, dirinya meminta agar dalam memperjuangkan haknya itu tetap dilakukan dengan cara yang elegan. “Jangan menghalalkan segala cara dalam meraihnya,” tambah anggota DPD yang asli Temanggung ini.

Keengganan kaum perempuan terjun di dunia politik, lanjut Denty, bisa karena beberapa sebab. Antara lain masih adanya anggapan jika politik itu kotor dan menakutkan, serta hanya cocok untuk kaum laki-laki. Padahal hal itu tidak ada unsur pembenarnya.

“Di politik itu mengasyikkan, apalagi kami bisa mengisi ruang-ruang yang harus diperjuangkan. Contohnya hak cuti hamil, ini tidak mungkin yang mengusulkan laki-laki. Di sinilah pentingnya peran perempuan dalam politik. Saat di dalam pun kita juga harus aktif sehingga tidak ada kesan kita itu hanya untuk menggugurkan syarat saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Jateng Abdul Hami mengungkapkan, silaturahmi yang diselenggarakan untuk mendorong kiprah IMMawati agar lebih aktif mengambil peran. Diharapkan IMMawati bisa juga menentukan citra IMM dalam membangun generasi masa depan.

“Walaupun kita harus akui, nantinya mereka tetap akan menjadi ibu. Tapi ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa yang akan bisa berperan melalui banyak hal, baik pendidikan maupun isu-isu perempuan yang dibangun,” tandas Hami. (udi/laz/mg1)