IRIGASI

SLEMAN – Kebutuhan manusia akan air sangat vital. Menjaga kelestarian sumber mata air merupakan kewajiban bagi setiap masyarakat.

Salah satunya melalui kegiatan yang dilaksanakan Balai Prasarana Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUP-ESDM DIJ bekerja sama dengan Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta (AKSY) di Jetis Suruh, Donokerto, Ngaglik, Sleman Sabtu (12/5).

Acara dihadiri ratusan peserta. Terdiri dari enam kecamatan dan 16 kelurahan dan juga anggota karang taruna. Membahas tentang cara pengolahan air yang ramah lingkungan.

PENGHIJAUAN

Presedium AKSY Rujianto mengatakan untuk menjaga sumber air dengan kearifan lokal harus melihat aturan main. Keberlangsungan biota yang hidup di dalam lingkungan sungai juga perlu dijaga. “Biota yang ada merupakan indikator air yang bagus,” jelas Rujianto.

Dia menyoroti peran masyarakat, utamanya mereka yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Banyak masyarakat yang belum peduli dengan kebersihan sungai. Mulai dari perilaku masih membuang sampah sembarangan dan mempersempit DAS dnegan mendirikan bangunan di bantaran sungai.

KEBERSAMAAN

Guna menjaga kelestarian sumber air, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Bantuan dari masyarakat amatlah diperlukan.

Kepala Bidang PSDA DIJ Dinas PUP-ESDM DIJ Bambang Sugiharto menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap dapat berlangsung dalam jangka waktun lama. “Biasanya langgeng,” tutur Bambang.

Pengolahan air yang bukan hanya dari fisik infrastruktur namun juga didasari oleh rasa memiliki dari masyarakat akan membuat keberlangsungan sumber daya air akan terjaga. “Semua akan berlangsung harmonis,” kata Bambang.

Langkah kampanye air ini merupakan salah satu pilar yang terdapat dalam lima pilar Sumber Daya Alam yaitu pemberdayaan. Bambang berharap dengan kaborasi dari semua elemen masyarakat dapat memunculkan ide yang dapat menjadi masukan untuk pemerintah. (cr4/iwa/mg1)