GUNUNGKIDUL – Sikap positif ditunjukkan TK Santa Theresia Wonosari. Lembaga pendidikan yang terletak di Desa Baleharjo ini ikut andil dalam regenerasi dalang di Bumi Handayani. Itu ditandai dengan pagelaran wayang kulit. Tiga siswa berkolaborasi menjadi dalang cilik dalam pagelaran yang digelar di Aula Gereja St Petrus Kanisius Wonosari ini.

“Harapannya, anak didik dapat terus melestarikan budaya. Khususnya wayang kulit,” kata Kepala Sekolah TK Santa Theresia Wonosari Sr Coleeta di sela pagelaran wayang kulit Sabtu (13/5).

Salah satu dalang cilik yang ikut tampil dalam acara Daneswara Satya Swandaru, 6. Dia menceritakan, sejak umur empat tahun belajar menjadi dalang. Selama dua tahun menggeluti dunia perwayangan, dia hafal sejumlah cerita wayang.

“Tidak sulit menjadi dalang karena sudah terbiasa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul CB Supriyanto apresiatif dengan agenda yang dihelat TK Santa Theresia Wonosari. Ini menjadi angin segar dalam regenerasi dalang. Sangat jarang anak seumuran TK punya kemampuan menjadi dalang.

“Orang tua jangan sampai mematahkan semangat anak-anak,” pesannya.

Berdasar data Persatuan Dalang Indonesia (PEPADI) ada 100 dalang di Kabupaten Gunungkidul. Jumlah ini berpotensi bertambah lantaran dalang cilik belum terdata.

“Wayang saat ini sudah diakui dunia, sehingga harus dilestarikan,” ujarnya. (gun/zam/mg1)