JOGJA – Tragedi misa pagi di Gereja Santa Maria Surabaya menjadi catatan tersendiri bagi Polda DIJ. Meski belum ada perintah penjagaan ekstra rumah ibadah namun seluruh personel telah siaga. Setidaknya langkah antisipasi telah dilakukan oleh jajaran Polsek dan Polres setempat.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto membenarkan jajarannya tetap siaga. Penjagaan rumah ibadah sudah termasuk dalam agenda rutin kepolisian. Ini sesuai dengan perintah pengamanan setiap ada giat ibadah seluruh umat beragama di Indonesia.

“Sudah perintah, dari dulu ada pengamanan setiap ada giat ibadah. Adanya peristiwa tersebut (Surabaya), akan diperkuat lagi,” jelasnya Minggu (13/5).

Dia juga meminta agar masyarakat tidak panik atas peristiwa tersebut. Salah satunya dengan mengendalikan informasi yang beredar.

Menurutnya wujud provokasi lain adalah penyebaran foto dan video korban tragedi. Secara tegas mantan Kapolres Sleman ini meminta warganet mengendalikan jempol masing-masing.

Cara berempati dan berduka tidaklah dengan mengumbar foto tragedi. Cara ini justru membuat kepanikan semakin tersebar. Berduka, lanjutnya, cukup dengan mendoakan korban tragedi. Hal ini juga bertujuan menjaga kondusifitas lingkungan.

Pastur Kepala Paroki Santo Antonius Kotabaru Romo Maharsono SJ mengungkapkan, belum ada permintaan penjagaan ekstra. Hanya pihak internal gereja telah meningkatkan keamanan internal. Termasuk menutup lebih awal gerbang gereja.

“Belum ada permintaan, tapi biasanya dari pihak kepolisian inisiatif jika memang diperlukan. Untuk ibadah hari ini tetap lancar, dan umat tetap beribadah dengan kusyuk,” jelasnya. (dwi/ila/mg1)