BANTUL – PS Tira menaklukkan PSMS Medan dalam laga pekan ke delapan Liga 1 di Stadion Sultan Agung Bantul, Jumat (11/5). The Young Wariors, julukan PS Tira menggelontor gawang Ayam Kinantan, julukan tiga gol melalui Ganjar Mukti menit 8, Wawan Febrianto (34) dan Gustavo Lopez (39). Tim tamu hanya mampu membalas lewat Frets Mutuan menit 29 dan Suhandi sebelum babak pertama berakhir.

Dengan hasil tersebut membuat posisi PS Tira melejit dari peringkat 17 ke tangga 8 klasemen dengan poin 10 dari 8 pertandingan. Sedangkan PSMS tertahan di posisi 13 klasemen sementara Liga 1. Pelatih PS Tira Rudy Eka Priambada mengatakan, timnya bermain lebih baik dibandingkan lawan. Sehingga cukup pantas untuk menang.

“Banyak peluang sebenarnya dari Dani dan Wawan, seharusnya kami bisa banyak buat gol. Tapi ya itulah, pekerjaan rumah untuk selanjutnya. Saya bersyukur ke pemain. Ini partai penting untuk kami di Liga 1 bisa keluar dari zona degradasi,” kata Rudy setelah laga.

Menurut Rudy, latihan di siang hari membuat pemainya bisa beradaptasi dengan cuaca yang panas di Bantul. Hal itu memudahkan menghabisi permainan lawan setidaknya di babak pertama. Sementara di sisi lain, tim tamu justru keteteran dengan cuaca dan permainan agresif tuan rumah.

PS Tira membuka keunggulan menit 8 ketika umpan matang Gustavo mendarat di kaki Wawan yang langsung melepaskan tembakan keras dari jarak dekat. Bola sempat ditepis kiper namun dicocor Ganjar Mukti untuk kemudian masuk ke gawang.

Frets Butuan menyamakan skor 21 menit setelahnya. Penetrasi dari sisi kanan pertahanan PS Tira diselesaikan dengan sepakan yang tak mampu dibendung Syharul Trisna.

Tuan rumah kembali unggul setelah tendangan bebas Wawan tak mampu dibendung kiper PSMS Ahmad Fauzi.Menit 39 tuan rumah menjauh setelah Noviandani melepaskan backpass di kotak penalti PSMS ke Gustavo. Sepakan melengkung pemain bernomor 8 itu tak mampu dijangkau kiper PSMS. Suhandi sempat memperkecil margin setelah sepakan melengkung jarak jauhnya tidak dapat dihalau Syahrul jelang turun minum.

“Besok melawan Semarang dan Serui kami otimisi dengan tim. Asalkan bisa bermain disiplin tidak membiarkan lawan memainkan bola di kotak penalti kami,” imbuhnya.

Pelatih PSMS Djadjang Nurdjaman mengakui jika tiga gol PS Tira adalah kesalahan timnya. Hasil tersebut memang mengecewakan karena terget awal bisa meraih poin satu. “Gol bola mati sudah dievaluasi namun masih kejadian juga. Tiga-tiganya karena kesalahan pemain kami. Kami mohon maaf kepada suporter belum bisa memberikan hasil positif kali ini,” kata Djadjang. (riz/din/mg1)