GUNUNGKIDUL – Jumlah tanaga penyuluh perikanan di Gunungkidul dinilai masih minim. Hanya ada 16 orang. Ironisnya lagi, di antara mereka akan memasuki usia pensiun.

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul Tri Iwan Isbumaryani mengatakan, perubahan sejumlah aturan status kepegawaian mempersulit daerah untuk menambah jumlah tenaga penyuluh perikanan. Di sisi lain, rekrutmen calon aparatur sipil negar terbentur moratorium dari pusat.

“Sehingga solusinya dengan Tenaga Harian Lepas (THL) namun terkadang juga terkendala, banyak bidang lain yang memerlukan, skala prioritas memang harus dilihat seksama,” kata Tri Isbumaryani saat dihubungi Jumat (11/5).

Menurutnya, kebaradaan tenaga penyuluh perikanan sangat penting guna mengoptimalkan potensi hasil laut. Hal ini perlu perhatian dari pemkab, karena kuliner menjadi salah satu pendukung wisata yang saat ini tengah gencar disosialisasikan ke masyarakat.

“Wisata berkembang otomatis berpengaruh ke kuliner. Seharusnya regenerasi nelayan juga diperhatikan, program pemerintah atau dinas terkait untuk mendukung nelayan harus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul Khairudin mengatakan, idealnya tenaga penyuluh ada di setiap kecamatan. Meski demikan, jumlah yang ada sekarang dianggap sudah mencukupi.

“Para penyuluh mendapat pelatihan sehingga dapat memberikan ilmunya dengan baik ke nelayan atau pembudidaya ikan,” kata Khairudin. (gun/zam/mg1)