GUNUNGKIDUL – Polemik penanganan kasus korupsi dana tunjangan dewan Tahun Anggaran 2003-2004 terus menggelinding. Meski 33 bekas anggota DPRD Gunungkidul periode 1999-2004 telah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, sebagian telah merasakan dinginnya hotel prodeo. Itu menyusul tuntutan keluarga terpidana Irhas Imam Mochtar.

Agus Riyanto, anak Irhas Imam Mochtar meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari memproses seluruh anggota dewan. Sebab, hingga sekarang masih ada 22 anggota dewan periode 1999-2004 yang belum tersentuh hukum.

“Kami meminta kejari bersikap adil agar tak ada tebang pilih dalam penegakan hukum,” ketus Agus menyebut salah satu tuntutannya ketika ditemui di kantor Kejari Wonosari Jumat (11/5).

Bagi Agus, tuntutan ini sangat realistis. Sebab, ayahnya yang saat ini mendekam di lembaga pemasyarakatan Pekalongan (sebelumnya di Wirogunan) telah mematuhi proses hukum. Termasuk membayar denda Rp 50 juta plus mengembalikan nilai kerugian Negara sebesar Rp 65 juta.

Dalam kesempatan itu, Agus juga meminta Kejari memerhatikan Undang-undang No. 13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Sebab, Irhas dieksekui kejari beberapa waktu lalu di rumahnya dengan cara tidak pantas.

“Sekali lagi, ayah saya sudah memenuhi kewajiban dan sekarang kami menuntut hak sesuai dengan undang-undang lansia,” ucapnya.

Terpisah, dari pihak Kejari Gunungkidul belum dapat dikonfirmasi. Namun, sebelumnya internal institusi penegak hukum tersebut mengaku telah berkoordinasi dengan Pengadilan Tipikor Jogjakarta. Itu terkait dengan sisa berkas yang hingga saat ini belum turun.(gun/zam/mg1)