(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

ERUPSI freatik Gunung Merapi menjadi perhatian Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universitas Gadjah Mada Dr Djati Mardiatno MSi. Berdasarkan analisisnya, letusan freatik bukan akibat bercampurnya akumulasi gas sisa erupsi yang bercampur uap air di permukaan kawah.

Menurut Djati, erupsi freatik Merapi kemarin akibat kontak magma dengan air. Itulah yang menyebabkan keluarnya asap putih dari puncak Merapi.

“Mirip seperti air yang dimasukkan dalam wajan berisi minyak goreng panas, lalu muncul percikan,” ujar Djati mengibaratkan prosesi erupsi freatik.

Kontak antara air dengan magma tersebut disebabkan adanya retakan baru pada kawah yang menyebabkan air tanah masuk ke dalam magma. Retakan tersebut merupakan prosesalami karena aktivitas magma Merapi yang selalu aktif. Letusan vulkanik tak hanya menghasilkan debu, tapi juga abu vulkanik yang mengandung silica (bahan baku kaca, Red). “Ini bisa menyebabkan iritasi jika kena mata atau terhirup,” jelasnya.

Meski Merapi sering mengalami letusan freatik, kata Djati, bukan berarti berpotensi meletus dengan skala lebih besar. Sepanjang aktivitas magma tidak keluar melalui puncak tidak akan menyebabkan erupsi dahsyat.

Ahli geologi teknik dan hidrogeologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Prof Sari Bahagiarti menambahkan, sejak 1960-an siklus letusan Merapi muncul antara 2 sampai 4 tahun sekali dengan kekuatansemakin kecil. Periode sejak itu dikenal dengan sebutan tipe Merapi. Baru pada 2010 siklusnya berubah menjadi 4 tahunan dengan campuran tipe vulcanian kuat dan palean.”Tipe vulcanian adalah erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltik sampai dasit. Umumnya melontarkan bongkahan material di sekitar kawah,” jelas Sari, yang juga rektor UPN Veteran Yogyakarta. Material yang dilontarkan tidak hanya berasal dari magma, tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik. Sedangkan tipe pelean menyerupai letusan vulcanian, hanya terdapat campuran lava dan tingkat gas yang tinggi. Saat erupsi lava tersebut cenderung encer dan mengalir dengan kecepatan tinggi, sehingga sangat membahayakan. (ita/mg1)