twitter BPPTKG

JOGJA – Setelah hampir delapan tahun tertidur, Gunung Merapi kembali erupsi Jumat pagi (11/5) sekitar pukul 07.40. Meski merupakan letusan freatik, tapi kejadian yang berlangsung sekitar lima menit tersebut menimbulkan kepanikan karena sempat terdengar suara gemuruh.

“Terjadi letusan freatik sekitar pukul 07.40 dengan ketinggian kolom asap 5,5 kilometer dengan durasi lima menit,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Hanik Humaidah ketika dikonfirmasi via telepon.

Dia juga memastikan asap letusan tersebut bukan awan panas wedus gembel. “Letusan freatik sekarang sudah normal kembali,” tambahnya.

Hanik menjelaskan, letusan freatik tersebut penyebabnya berupa adanya panas uap air yang menyebabkan adanya hembusan asap. Menurut dia, untuk letusan freatik di Gunung Merapi sendiri, sudah terjadi beberapa kali, meski kolom asap tidak setinggi pagi ini. Hanik juga meminta masyarakat untuk tidak perlu panik. “Ini karakter Gunung Merapi setelah letusan lalu,” tuturnya. (pra/ila/mg1)