BANTUL – Hujan abu akibat erupsi freatik Gunung Merap yang terjadi Jumat (11/5) tak hanya melanda Sleman saja. Di Bantul hujan abu tipis juga terjadi. Tak ayal, warga pun langsung cepat bertindak.

Sejumlah pedagang di Jalan Gatak, Kasihan, Bantul langsung menutup lapak mereka. “Tutup lebih awal. Takut abu vulkanik mengontaminasi jajanannya,” jelas pemilik Dara Snack Erma ketika di temui Radar Jogja di lapak dagangannya.

Sementara itu, kebutuhan masker juga meningkat. Di sejumlah apotek di Bantul juga kehabisan stok masker. Salah satunya di Apotek Rasyid Farma di Jalan Bantul. Di sana 900 masker ludes hanya dalam hitungan jam. Tak hanya masker saja yang ludes terbeli, warga juga nyari obat tetes mata.
“Masker sudah habis sejak pukul 10.30 tadi,” ujar Asisten Apotek Rasyid Farma, Nurul Hasanah.
Di apotek Mulia Farma Jalan Bantul Km 10 kondisi juga hampir serupa. Stok masker juga menipis. Sejak pukul 10.00 tadi banyak warga yang memborong masker. “Sudah membuka tiga karton masker. Satu karton isi 20 boks. Jadi sekitar 60 boks sudah dihabiskan,” ujar Supervisor Apotek Mulia Farma, Dimas Aji Yudhatama.

Terpisah, Manajer Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Lukluk Firmansyah mengatakan, pihaknya juga mendistribusikan masker secara gratis ke masyarakat. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas untuk kemungkinan-kemungkinan lain.

“Dibagikan di wilayah masjid samping kantor BPDB Bantul. Untuk warga yang membutuhkan, bisa juga mengambil di Puskesmas terdekat,” imbau aka.

Aka berpesan pada masyarakat agar tidak panik, serta jangan terpancing berita atau isu yang tidak benar. “Jika membutuhkan informasi, dapat menghubungi BPBD Bantul,” tegas Aka.
Jika bepergian atau ke luar rumah, dianjurkan menggunakan masker untuk menghindari gangguan kesehatan.

“Jika merasakan tanda-tanda sakit, sesak napas atau mata mengalami iritasi segera menuju fasilitas kesehatan terdekat,” tandasnya. (cr2/ila/mg1)