SLEMAN – Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto meminta warga Sleman tenang menghadapi erupsi freatik Gunung Merapi. Agar tidak terjadi kepanikan dan manajemen bencana tetap berjalan lancar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi warga sekitar puncak Merapi namun juga seluruh warga di DIJ.

Berdasarkan data BPBD Sleman dampak kejadian untuk saat ini adalah hujan abu. Tercatat hujan abu jatuh di wilayah Kecamatan Turi, Pakem, dan Kecamatan Cangkringan. Juga sudah sampai ke Seyegan dan Godean. BPBD Sleman, lanjutnya, belum menerima adanya korban jiwa dan kerusakan.

“Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III dan sebagian di KRB II sudah berada di area aman. Untuk sementara ada yang dievakuasi menuju posko terdekat,” jelasnya.

Jajaran BPBD Sleman telah berkomunikasi dengan komunitas dan relawan sekitar lereng Merapi. Khususnya di wilayah kecamatan terdampak abu vulkanik Gunung Merapi. Pantauan sementara masih berlangsung kondusif dan tidak timbul kepanikan.

Dalam kesempatan ini Joko mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak panik. Termasuk mengikuti arahan dari petugas yang berwenang. “Untuk meminimalisir korban jiwa,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau agar warga tidak membagikan informasi yang tidak jelas. Hal ini menurutnya berpotensi menimbulkan keresahan. Informasi valid bisa dipantau melalui sumber berwenang dan terpecaya.

“Menggunakan alat pelindung seperti masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Untuk informasi valid bisa ke PUSDALOPS BPBD Sleman dengan nomor 0274 – 2860051,” ujarnya.

Kepala Bidang Operasional BPBD DIJ Endro Sambodo menambahkan, evakuasi warga dilakukan di tiga kecamatan yakni Turi, Ngaglik, dan Cangkirngan. Sementara itu, untuk rute pendakian pendakian ditutup. (dwi/ila/mg1)