SLEMAN – Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Liza Anindya menyampaikan adanya kebijakan penutupan bandara. Terkait sebaran abu vulkanik erupsi freatik Gunung Merapi. Tercatat penutupan bandara sifatnya temporal hingga pemberitahuan lanjut.

Kebijakan penutupan aorodrome bandara bertujuan menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan. Terlebih partikel abu vulkanik dikhawatirkan masuk ke mesin pesawat.
Kebijakan ini berlaku evaluatif, artinya dalam rentang waktu ke depan akan ada evaluasi.

“Aerodrome Bandara Adisutjipto closed dari pukul 10.42 sampai pukul 11.10 sehubungan dengan adanya debu vulkanik akibat letusan freaktif Gunung Merapi. Untuk selanjutnya akan kami update kembali sesuai perkembangan hasil monitoring dan evaluasi,” jelasnya.

Hingga saat ini pihak Bandara Adisutjipto masih mendata jumlah penerbangan dan penumpang terdampak. Penundaan dipastikan bukan kesalahan teknis namun adanya bencana alam. (dwi/ila/mg1)