SLEMAN – Suara Gemuruh sangat jelas sekali terdengar di wilayah Desa Wonokerto, Turi, Sleman saat Gunung Merapi mengalami erupsi, Jumat (11/5).

Kepala Desa Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo mengimbau, kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Wonokerto untuk tetap tenang. Dia mengatakan, status merapi sementara normal, erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik G. “Sekali lagi kami harap masyarakat jangan panik. Wonokerto aman terkendali (mandali),” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja.

Desa yang terletak 4 hingga 6 km dari puncak Merapi saat ini membuka posko informasi untuk segala sesuatu di Kantor Desa Wonokerto selama 1 x 24jam.

“Kondisi terkini Desa Wonokerto masih dalam kondisi aman terkendali, warga juga beraktivitas sesuai biasa. Monggo untuk yang sedang perjalanan diimbau untuk memakai masker,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Kepuharjo justru tidak mengalami hujan abu. Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto saat dihubungi membenarkan terjadinya erupsi Merapi. Dia mengaku kaget mendengar suara gemuruh yang terjadi.

Mengenai kepanikan warga, Heri menyampaikan warga tidak panik, karena warga mungkin sudah terbiasa. “Kami pemerintah desa sebelumnya juga terus melakukan sosialisasi serta antisipasi dampak erupsi Merapi untuk warga secara rutin,” jelasnya.

Mengenai upaya yang dilakukan Pemdes Kepuharjo, Heri mengatakan,belum membuka posko. “Warga sudah beraktivitas kembali seperti biasa. Kami bersama perangkat desa terus berupaya memberikan informasi terkini, supaya masyarakat juga tenang, aman, dan nyaman,” jelasnya. (nn/ila/mg1)