JOGJA – Dua nama calon presiden (capres) RI alternatif di luar nama Prabowo Subianto dan Joko Widodo bergulir di Jogja. Ada dua nama yang disorongkan ke publik. Pertama, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo dan kedua Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Nama Gatot disodorkan oleh sejumlah aktivis mahasiswa di aula Bale Gadeng, Sagan Jogja pada Senin (7/5) lalu. Mereka menanamkan dirinya Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR).
“Kami dukung Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmatyo maju sebagai Capres 2019,” kata Ketua Presidium GNR Jogja Busra Aiyub.
Busra menilai, Gatot sosok yang tepat memimpin bangsa ke depan. Usai deklarasi, GNR berencana menggalang anak muda untuk menyosialisasikan figur Gatot ke masyarakat.
Selang beberapa jam setelah deklarasi GNR, muncul aspirasi Forum Masyarakat Yogyakarta (FMY) yang menyodorkan nama Anies Baswedan. Mantan Mendikbud itu dinilai merupakan sosok yang dapat diterima kalangan milineal. FMY kemudian menitipkan aspirasi dukungan terhadap Anies ke DPW PAN DIJ.
“Kami minta DPW PAN DIJ meneruskan aspirasi ini ke DPP PAN di Jakarta,” pinta Sekretaris FMY Iwan Setiawan saat mendatangi kantor DPW PAN DIJ di Jalan Ngeksigondo, Kotagede, Jogja Selasa sore (8/5).
Setelah dari DPW PAN, FMY akan mendatangi partai lain seperti DPD Partai Gerindra DIJ, DPW PKS DIJ dan DPW PBB DIJ guna menyampaikan aspirasi serupa.
Ketua DPW PAN DIY Nazaruddin menyatakan, usulan FMY ini akan disampaikan ke pengurus pusat partainya. “Usulan ini akan kami sampaikan di Rakernas DPP PAN pada Mei-Juni mendatang,” katanya.
Usulan nama Anies itu diyakini akan menambah dinamika perpolitikan capres menjelang Pemilu 2019. Ini berlangsung di tengah proses pencapresan yang belum final. PAN sendiri pada Rakernas 2017 lalu telah menetapkan ketua umumnya Zulkifli Hasan sebagai capres. (kus/ila)