BANTUL – Kekalahan dari Bhayangkara FC 2-4 memaksa PS Tira menghuni zona degradasi. The Young Warriors hanya berselisih dua poin dengan penghuni dasar klasemen Arema FC yang saat ini baru memperoleh lima poin. Meskipun demikian, tim tetap optimistis bisa bangkit keluar dari papan bawah.

“Saat ini kami mengumpulkan 7 poin, PSMS 9 poin. Tim posisi teratas poinnya 14. Kompetisi masih panjang, dan kami ingin mengejar poin-poin yang ada selanjutnya,” ungkap Pelatih PS Tira Rudy Eka Priyambada Selasa (8/5).

Optimisme itu boleh saja diapungkan pelatih. Sebab, Abduh Lestaluhu dkk memang bermain lebih baik jika di laga kandang. Buktinya, mereka bisa menaklukkan dua tim kuat yakni Madura United dan Bali United di Stadion Sultan Agung Bantul.

Namun memang hal itu belum bisa dilakukan pemain secara konsisten. Menghadapi PSMS Medan di Stadion Sultan Agung, Jumat (11/5), akan menjadi pembuktian apakah tim bisa bermain konsisten atau kembali gagal meraih poin penuh.

Tim pelatih tidak akan menganggap remeh Ayam Kinantan, julukan PSMS, kendati lawan berstatus tim promosi. “Mereka tim yang bagus dan militan seperti kami. Kecepatan pemain mereka juga harus kami waspadai,” lanjutnya.

Rudy mengatakan, dari lawatannya ke Stadion PTIK Jakarta kemarin ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasinya. Yakni kelemahan mengantisipasi bola-bola silang dan fokus di akhir-akhir pertandingan. Sempat menahan tuan rumah Bhayangkara 2-2, namun urung mencuri satu poin setelah tuan rumah menggelontor dua gol lanjutan.”Konsentrasi dan fokus sampai akhir pertandingan. Sehingga tidak lengah seperti kemarin,” tuturnya.

Disinggung kemungkinan absennya Dimas Drajad dan bek Irfandi, eks Celebest FC itu masih bisa menurunkan Roni Sugeng dan Wawan Febrianto untuk opsi pengganti. Pelatih pun tidak terlalu terbebani dengan pemain yang absen. (riz/laz/mg1)