“Dahulu pernah ada anggapan jika seseorang masuk kuliah di Fakultas Hukum itu mahasiswa buangan, yang sudah gagal mendaftar di fakultas-fakultas lain. Tapi anggapan tersebut saat ini terbukti tidak benar karena seorang Sarjana Hukum justru memiliki lingkup pekerjaan yang sangat luas dibanding sarjana-sarjana lainnya,” ungkap Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum (FH) Universitas Janabadra (UJB) Jogjakarta Dyah Permata Budi Asri.

Menurutnya, ada banyak faktor yang harus dipahami di kehidupan ini yang berkaitan dengan hukum. Ia mencontohkan dalam dunia kerja atau perjanjian dengan pihak lain, perusahaan-perusahaan membutuhkan lulusan fakultas hukum untuk menjadi legal officer.

“Saya melihat prospek kerja lulusan hukum ini sangat luas. Tidak hanya jadi hakim, notaris, atau pengacara,” tambah Dyah kepada Radar Kampus (7/5).

Dosen bergelar doktor ini menilai Fakultas Hukum semakin banyak peminatnya karena masyarakat yang mulai berusaha melek hukum menghadapi berbagai situasi kehidupan saat ini. “Tidak bisa kalau selamanya urusan hukum bergantung pada advokat,” ujarnya.

Di UJB, lanjut Dyah, FH merupakan salah satu fakultas yang paling lama, berdiri sejak 1958. “Untuk pengajarnya sudah banyak yang bergelar doktor, sehingga dari SDM cukup kuat dibanding fakultas lain,” terangnya.

Dari 32 dosen, terdapat satu guru besar dan 12 doktor. Saat ini FH UJB masih terakreditasi B. Semoga di tahun-tahun mendatang dapat memperoleh akreditasi yang meningkat.

Dyah menyatakan, keunggulan FH UJB terletak di aspek praktiknya. Banyaknya mata kuliah praktik ditujukan untuk melatih softskill para mahasiswa. Bekerjasama dengan institusi-institusi seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Militer, dan Kementerian Hukum dan HAM selain dapat memanfaatkan ruangan yang tersedia, mahasiswa juga langsung dipimpin oleh salah seorang hakim dalam mengarahkan kegaitan praktik di pengadilan tersebut. Dia berharap, para lulusan tidak hanya ahli dalam teori saja, tetapi juga praktik hukumnya. “Lulusan kami sebagian besar memang jadi praktisi,” ungkapnya.

Selain program reguler, FH UJB juga membuka kelas pararel di malam hari untuk para pekerja. Dyah menambahkan, ada pula Program Khusus Pendidikan Advokat (PKPA) yang dibuka setiap tahun. Program yang bekerjasama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) ini merupakan pendidikan lanjutan yang diperlukan untuk Sarjana Hukum yang akan menjadi praktisi nantinya.

Beasiswa untuk S2 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa lulusan S1 FH UJB dengan IP diatas 3,75. “Untuk IPK 4,00 diberikan beasiswa melanjutkan studi S2 di Magister Ilmu Hukum Universitas Janabadra dengan free pembayaran SPP,” ungkap Dyah. Selain itu, ada beasiswa mahasiswa kurang mampu dan beasiswa prestasi yang diberikan tiap semester. Meski namanya beasiswa kurang mampu, ia mengatakan syarat IPK tetap harus lebih dari 3.00.

Fakultas yang terletak di Jalan Timoho ini memiliki fasilitas kegiatan mahasiswa, seperti Pusat Studi Hukum dan HAM, Sentra Hak Kekayaan Intelektual (Sentra HKI), Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), Forum Diskusi Konstitusi (FDK) setiap minggu. Selain itu juga Unit Pengabdian Mahasiswa, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). (cr3/laz/mg1)