SLEMAN – Indekos masih menjadi sasaran empuk pencuri. Terbaru, aksi pencurian dua gawai dan satu tablet di wilayah Polsek Depok Timur. Pelakunya Nanang Bagus Hernawan, 24 dan Andisa Fifti Mahardika, 24.

Kapolsek Bulaksumur Kompol Suhardi mengungkapkan kedua pelaku adalah residivis. Tersangka Nanang saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Ngaglik. Sementara Andisa tengah menjalani pemeriksaan oleh Reskrim Polsek Bulaksumur.

“Masih ada hubungannya dengan yang ditahan di Polsek Ngaglik. Bahkan kendaraan yang dipakai Yamaha Mio Z AB 6364 NA juga disita Polsek Ngaglik. Modusnya mirip, mencari target yang lengah lalu beraksi,” kata Suhardi di Mapolsek Bulaksumur Selasa (8/5).

Kedua pelaku berprofesi sebagai juru parkir. Suhardi menuturkan kedua pelaku memiliki niat mencuri. Terbukti, rencana telah disusun saat bertemu di kawasan Taman Pintar Jogjakarta Kamis (3/5). Keduanya beraksi sehari setelahnya atau Jumat (4/5).

Modus yang diterapkan duo ini mirip dengan duo pencuri wisma pemain PSS. Terlebih dahulu keduanya mencari mangsa khususnya indekos. Saat sampai daerah Karanggayam, Caturtunggal, Depok Sleman keduanya berhenti di sebuah indekos.

“Keduanya berhenti di depan sebuah indekos yang situasinya sepi. Kejadiannya Jumat dinihari (4/5) jadi belum ada aktivitas penghuni indekos. Kamarnya terbuka, lalu tersangka N (Nanang) yang mengambil barang-barang tersebut,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Tito Satria mengatakan kedua pelaku memiliki peran sendiri-sendiri. Andisa bertugas berjaga di luar dan mengawasi lokasi pencurian. Jajaran Polsek Bulaksumur menerima laporan dari korban Andir Taufik Syafi, 24, Jumat pagi (4/5).

Penangkapan pelaku berdasarkan informasi dari Polsek Ngaglik. Dimana ada pelaku pencurian yang mengaku baru saja beraksi di Bulaksumur. Tito bersama korban langsung mendatangi Polsek Ngaglik. Didapati salah satu barang bukti pencurian ternyata milik korban.

Berdasarkan keterangan Nanang, Reskrim Polsek Bulaksumur langsung melacak keberadaan Andisa. Andisa ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan. Kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maskimal 7 tahun penjara.

“Kerugiannya mencapai Rp 3,9 juta, barang bukti hasil pencurian belum sempat dijual. Alasan mencuri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Tercatat pula keduanya residivis tapi kasus penganiayaan,” ujarnya. (dwi/iwa/mg1)