SLEMAN – Pasca mundurnya pelatih Herry Kiswanto (Herkis) dari tim, muncul kabar bahwa kondisi internal tim cukup terguncang. Terutama bagi pemain yang kaget dengan keputusan mengejutkan itu. Situasi demikian perlu segera diatasi, sebab jadwal pertandingan Super Elang Jawa terdekat akan menantang PSBS Biak pekan ini.

Tanggung jawab tim sementara ini berada di pundak Seto Nurdiantoro, pelatih sementara PSS. Dia mengaku fokus utamanya adalah memperbaiki mentalitas dan psikologis pemainnya.

“Fokusnya meningkatkan mental para pemain di tengah kondisi sekarang yang sebenarnya tidak kami inginkan. Kami harus menata ulang mental para pemain, sebelum berangkat ke Biak besok malam. Tapi inilah dinamika sepak bola yang harus kami hadapi,” kata Seto Selasa (8/5) siang.

Pelatih yang saat ini tengah menempuh kursus AFC Pro tentu tidak akan melakukan perubahan frontal dalam waktu dekat. Namun bertahap terutama dalam penguasaan bola dan kerja sama tim. Filosofi main yang dua tahun lalu membawanya sampai Final ISC-B.

“Kami perbaiki pelan-pelan dan besok harusnya sudah siap berangkat ke Biak. Kalau menang akan jadi semangat positif bagi kami. Soal pemain yang dibawa, masih dipantau terus, termasuk cederanya Samsul Chaerudin, bagaimana kondisinya terakhir besok,” bebernya.

Terkait polemik Cristian Gonzales, manajemen PSS terus mengupayakan bisa menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Sehingga El Loco, julukan Gonzales, bisa kembali merumput bersama tim. Sebab, tanpa El Loco, PSS juga kesulitan mencetak gol. Gonzales sementara menjadi topskor tim dengan raihan dua gol dari dua pertandingan. (riz/laz/mg1)