(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

SLEMAN- Magnet Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) sebagai pusat pendidikan calon mahasiswa masih sangat kuat. Buktinya, tak kurang 188.700 orang dari total 860 ribu peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dari seluruh Indonesia memilih lima perguruan tinggi di DIJ sebagai pelabuhan ilmu. Seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. SBMPTN digelar serentak se-Indonesia Selasa (8/5).

Data Panlok 46 DIJ menunjukkan adanya peningkatan jumlah peserta SBMPTN yang memilih perguruan tinggi negeri di Jogjakarta.

“Kita tahu, Jogjakarta memiliki trademark sebagai kota pelajar. Ini menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkap Irjen Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jamal Wiwoho di sela monitoring dan evaluasi SBMPTN di DIJ kemarin.

Adapun jumlah peserta SBMPTN kali ini mengalami peningkatan untuk kelima pergurutan tinggi negeri tersebut. Rinciannya, 10 ribu memilih UIN Suka, 29 ribu UPN Veteran, 80 ribu UGM, 63 ribu UNY, dan 6.700 ISI Jogjakarta. Sedangkan tahun lalu, 9 ribu UIN Suka, 26 ribu UPN Veteran, 69 ribu UGM, 57 UNT, dan 5.500 ISI Jogjakarta.

Sebagai tuan rumah Panlok 46 DIJ Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengatakan, SBMPTN di Jogjakarta diikuti 43.824 peserta ujian. Ada tiga jenis kelompok ujian, yakni Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum), dan Campuran. Proses ujian dibedakan menjadi dua, yaitu berbasis cetak dan komputer.

“Selain ujian tertulis, peserta yang memilih program studi seni dan keolahragaan masih harus menjalani ujian keterampilan,” jelasnya.

Adapun, ujian keterampilan digelar hari ini (9/5) dan atau Jumat (11/5) di masing-masing perguruan tinggi penyelenggara ujian keterampilan, seperti UNY dan ISI. (ita/yog/mg1)