GUNUNGKIDUL – Aktivitas nelayan Gunung-kidul sejak dua hari terakhir lumpuh total. Itu akibat cuaca ekstrem yang menghantam pesisir pantai selatan. Saking ekstremnya, tiga perahu nelayan mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang tinggi.

Sekretaris Tim SAR Korwil II Baron Surisdi-yanto mengungkapkan, ketiga kapal yang dihantam gelombang tinggi memiliki keru-sakan sama. Bagian lambung samping kapal berlubang. Karena itu, seluruh nelayan di pansela Gunungkidul Senin (28/5) mulai mengevakuasi kapal miliknya. Menjauh dari bibir pantai.

“Sebelumnya hanya sebagian yang meng-evakuasi kapalnya,” jelas Surisdiyanto di posko tim SAR kemarin.

Surisdiyanto memprediksi cuaca ekstrem ini maksimal berlangsung hingga enam hari ke depan. Gelombang tinggi mencapai 12,5 fit atau sekitar empat meter. Karena itu, Surisdiyanto mengimbau seluruh nelayan berhenti melaut. Begitu pula dengan wisatawan. Perlu meningkatkan kewaspadaan saat bermain air laut.

“Keselamatan tergantung pribadi masing- masing. Kami hanya mengimbau. Tidak bisa melarang,” ucapnya.

Guna mengantisipasi kecelakaan laut, Surisdiyanto mengungkapkan, Sat Linmas menerjunkan seluruh personelnya yang berjumlah 57 orang. Mereka ditugas-kan stand by di sejumlah titik rawan.

Ketua Nelayan Pantai Baron Sarmidi meng-amininya. Menurutnya, seluruh nelayan sejak dua hari terakhir berhenti melaut. Mereka untuk sementara alih profesi agar dapur tetap mengepul. “Kapal-kapal juga sudah dievakuasi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung-kidul Edy Basuki meminta kepada pengunjung untuk mematuhi rambu larangan yang ter-pasang di sejumlah titik rawan. Mulai larangan mandi di laut, hingga berteduh di bawah tebing karang. “Ada 50 lebih tanda bahaya yang terpasang,” sebutnya. (gun/zam/ong)