GUNUNGKIDUL – Konsumen harus jeli ketika berbelanja kebutuhan makanan. Terutama di pasar rakyat. Itu menyusul temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIJ di Pasar Argosari, Wonosari, Senin (7/5). BBPOM menemukan tiga jajanan pasar mengandung zat kimia berbahaya. Yaitu, Rodamin B.

“Lanting merah, rengginang warna merah, dan kerupuk sermier berwarna merah,” jelas Pengawas Farmasi Makanan BBPOM DIJ Rosi Hertati usai pelakukan pengawasan.

Ada 18 sampel makanan ringan yang diuji BBPOM. Itu diambil dari berbagai pedagang yang berjualan di Pasar Argosari. Kendati begitu, Rosi memastikan hanya tiga jajanan pasar yang mengandung zat pewarna sintesis makanan. Zat ini berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi terus-menerus.

“Bahkan, dapat menyebabkan penyakit kanker,” ingatnya.

Karena itu, Rosi menekankan, BBPOM bakal gencar memberikan sosialisasi. Sasarannya tidak hanya kepada konsumen. Melainkan juga produsen. Agar tak ada yang dirugikan.

“Masyarakat harus selektif. Sementara produsen dapat memilih pewarna lain,” ucapnya.

Pada saat yang sama, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIJ juga memantau harga berbagai kebutuhan pokok di Pasar Argosari. Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sumber daya Alam Setprov DIJ Sugeng Purwanto mengungkapkan, hasil pengawasan menunjukkan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan cenderung stabil. Sebut saja harga beras premium. Di pasaran di kisaran Rp 12 ribu per kilogram. Lalu, bawang merah Rp 28 ribu per kg.

“Daging kelas satu Rp 120 ribu per kg,” lanjutnya.

Kendati begitu, Sugeng mencatat, harga beberapa kebutuhan pokok selama sepekan terakhir ada yang fluktuatif. Yang mengalami kenaikan adalah harga daging ayam. Dari Rp 33 ribu menjadi Rp 35 ribu per kg. Adapun komoditas yang anjlok harganya adalah cabai merah. Dari Rp 24 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg.

“Harga sayuran, ikan laut, dan ikan tawar juga naik turun,” bebernya.

Kendati begitu, Sugeng mengimbau masyarakat tak melakukan aksi beli menjelang puasa. Sebab, pemerintah menjamin pasokan kebutuhan pokok di pasaran aman.

Sementara itu, Misbah, seorang penjual daging ayam menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok sangat wajar. Terutama, menjelang puasa dan Lebaran.

“Kalau sekarang masih belum terasa,” tambahnya. (gun/zam/mg1)