JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ meresmikan Warungboto menjadi Kampung Tanggap Bencana (Katana) Senin (7/5). Peresmian ditandai dengan pelatihan penanggulangan bencana.

Kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat siap menghadapi bencana. Masyarakat dilatih untuk mengjadapi bencana gempa bumi, banjir, tanah longsor, erupsi gunung Merapi, kebakaran dan lainnya.

Warungboto merupakan daerah rawan bencana karena berdekatan dengan sungai Gajah Wong. Apalagi Warungboto memiliki situs bersejarah yang harus dilindungi, maka menanggulangi bencana banjir sangatlah diperlukan.

Selain Warungboto, sudah ada 13 kelurahan yang diresmikan sebagai Katana. “Kemungkinan akan bertambah lagi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIJ Agus Winarto Senin (7/5).

Dikatakan, kelurahan-kelurahan lain akan diberi pelatihan penanggulangan bencana juga. “Masyarakat sangat membutuhkan edukasi tentang bencana alam,” ujar Agus.

Warga antusias mengikuti pelatihan penanggulangan bencana alam. Pelatihan di antaranya pengobatan korban luka, evakuasi korban, cara menimalisasi korban jiwa serta cara melihat tanda-tanda bencana akan datang.

Lurah Warungboto Zainuri mendukung kegiatan tersebut. “Sehingga warga siap menghadapi bencana jika memang terjadi,” ungkap Zainuri.

Jogja pernah mengalami bencana alam cukup dahsyat seperti yang terjadi pada 2006 yakni gempa bumi. Kegiatan mitigasi bencana seperti itu perlu dilakukan.

“Masyarakat harus diberi pembelajaran tentang bencana alam dan cara mengahadapinya,” kata Camat Umbulharjo Mardjuki.

Saat bencana terjadi, diharapkan warga siap untuk menghadapinya. Jangan sampai saat terjadi bencana warga kebingungan apa yang harus dilakukan. (cr/iwa/mg1)