MAGELANG – Kendaraan jenis pikap adalah mobil yang sering dijadikan sasaran pencurian. Karena pada jenis kendaraan ini,kunci pengaman tidak terlalu banyak.Hal itu diakui pelaku pelaku pencurian dengan pemberatan (curat)yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Magelang Kota.

“Untuk mencuri mobil jenis pikap, saya hanya butuh waktu lima menit. Karena tidak banyak pengamanannya,” kata tersangka curat Polres Magelang Kota berinisial BL saat ditunjukkan kepada wartawanSenin (7/5).

Seperti diketahui, dua tersangka berhasil dibekuk yakni MK, 41, warga Desa Sidomulyo, Salaman, Kabupaten Magelang dan BL, 40, warga Desa Pasangsari, Windusari, Kabupaten Magelang.Mereka mengaku pelaku pencurian mobil pikap milik Slamet Mustangin, 58, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Pencurian dilakukan 25 Maret lalu pukul 02.30 WIB di depan rumah korban.

“Pertama kami tangkap BL pada 23 April pukul 10.30 di Desa Kalijambe, Kabupaten Purworejo. Selanjutnya MK sekitar pukul 11.30 di rumahnya Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman,” tutur Wakapolres Magelang Kota Kompol Prayudha Widiatmoko.

Yudha mengaku pihaknya melakukan pencarian setelah mendapat laporan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selama hampir satu bulan dilakukan pencarian, akhirnya ditangkap dua pelaku kejahatan itu beserta sejumlah barang bukti seperti kunci T, obeng, dan lainnya.

“Dari keterangan MK, pencurian dilakukan dengan mencongkel pintu mobil dengan kunci T. Pelaku dengan mudah membuka pintu dan membawa kabur mobil yang digunakan korban untuk usaha itu,” jelasnya, seraya menambahkan saat ini masih mencari mobil korban yang dijual pelaku di Pangandaran, Jabar.

Sementara MK mengaku baru pertama kali ini melakukan pencurian karena diajak rekannya, BL. Ia sendiri berperan sebagai joki yang mengantar BL menuju lokasi dan mengawasi keadaan sekitar TKP.

“Saya nekat ikut mencuri karena untuk bayar utang. Saya tidak tahu mobil laku berapa saat dijual oleh teman saya itu. Saya hanya diberi Rp 3 juta dan untuk bayar utang,” ujarnya. (dem/laz/mg1)