Hepy Harsono, putra Zaenab.

JOGJA – Sungguh ironis nasib yang dialami Zaenab. Perempuan 79 tahun yang tercatat sebagai warga Kelurahan Kricak, Tegalrejo, Kota Jogja, itu sudah bertahun-tahun harus membanting tulang demi menghidupi putranya, Hepy Harsono, 58, yang menderita gangguan mental. Zaenab kini tak mampu lagi bekerja untuk membiayai kebutuhan Hepy.

Zaenab mengaku telah berupaya meminta bantuan kepada saudara-saudaranya, tapi tidak ada respons. Bahkan anak-anaknya yang lain juga enggan membantu Zaenab yang kini tinggal hanya berdua dengan Hepy. “Mereka sibuk dengan keluarga masing-masing,” ungkap Zaenab di rumah kontrakannya Senin (7/5).

Langkah terakhir adalah meminta bantuan Pemkot Jogja. Alih-alih mendapat bantuan, tanggapan saja belum ada sampai sekarang. “Dulu saya pernah lapor ke dinas sosial,” lanjut ibu enam anak itu.

Zaenab juga pernah mengadukan nasibnya ke kelurahan setempat. Tapi tetap saja tidak ada respons. Bahkan, perangkat kelurahan menyatakan belum pernah menerima pengajuan bantuan warga miskin. Lebih ironis lagi, pihak kelurahan justru tidak tahu jika ada warga yang membutuhkan bantuan. Sedangkan tempat tinggal Zaenab hanya berjarak kurang 20 meter dari kantor Kelurahan Kricak.

“Tidak tahu persis dan belum ada aduan yang kami terima,” dalih Sekretaris Kelurahan Kricak Sukarna.

Sukarna mengaku tidak tahu menahu terkait permasalahan Zaenab. Dia beralasan, masalah seperti yang dialami Zaenab sudah ada yang mengurusi. Yakni Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TSTK).

Kendati demikian, Sukarna berjanji untuk berkoordinasi denganpetugas TSTK untuk menindaklanjuti masalah Zaenab.

Sementara itu, anggota Divisi Pemantauan dan Layanan Pengaduan, Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas DIJ Winarta menyatakan, persoalan yang dialami Zaenab tergolong rumit. “Ini bukan kasus baru, bahkan sering terjadi di DIJ,” ungkap Winarta yang berencana menemui Zaenab untuk mencarikan solusi.

Winarta berharap, pemerintah lebih proaktif menangani masalah-masalah sosial yang dialami warga. Lebih dari itu, Winarta mengusulkan agar Pemprov DIJ bersedia menampung warga penyandang disabilitas mental di panti-panti milik pemerintah. (cr4/yog/mg1)