BANTUL – Beban Pemkab Bantul mengurangi angka kemiskinan bakal terasa lebih ringan. Itu seiring dengan andil Pemprov DIJ. Ya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ menggulirkan program pembinaan. Sasarannya adalah para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Bantul.

“Khusus Bantul ada 11 kelompok,” jelas Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ Yuna Pancawati di sela bimbingan teknis (bintek) kepada kelompok PKL di balai desa Panjangrejo, Pundong, Senin (7/5).

Bintek digelar dua gelombang. Pertama di wilayah Bambanglipuro beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemprov berkomitmen memfasilitasi berbagai program pengentasan kemiskinan. Toh, program ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Semoga nanti bisa bermanfaat,” harapnya.

Camat Pundong Sri Umayati mengungkapkan, upaya pemprov memilih para PKL di wilayahnya sangat tepat. Pertimbangannya, angka kemiskinan di Kecamatan Pundong masih memprihatinkan. Hingga sekarang Kecamatan Pundong berada di peringkat bawah.

“Sekitar peringkat 16 atau 17 (dari 17 kecamatan se-Bantul),” bebernya.

Atas dasar itu, dia menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan bintek yang rencananya digelar dua hari ini. Agar geliat perekonomian di wilayah Pundong meningkat. Dengan begitu, angka kemiskinan berangsur berkurang.

“Semoga bisa meningkatkan taraf perekonomian PKL,” harapnya.

Senada diungkapkan Anggota Komisi B DPRD DIJ Aslam Ridlo. Menurutnya, masih ada banyak kantung kemiskinan di wilayah Bumi Projotamansari. Di antaranya berada di Kecamatan Pundong, Jetis, Bambanglipuro, dan Piyungan. Itu lantaran tidak sedikit program pengentasan kemiskinan yang tak berjalan maksimal.

Karena itu, politikus PKB ini berharap PKL memanfaatkan program ini. Sebab, mereka tak sekadar memperoleh beragam bantuan hingga pelatihan. Lebih dari itu, PKL juga berpotensi mendapat peluang pengembangan usaha. Termasuk bantuan permodalan tanpa bunga dan agunan.

“Perkembangan mereka akan dipantau terus. Karena pelatihan ini berjenjang,” tambahnya. (zam/mg1)