JOGJA – Ada harapan besar di balik pameran berbagai koleksi foto reformasi 1998 yang digelar di Aula Universitas Janabadra (UJB) Senin (7/5). Rentetan peristiwa jatuhnya Presiden Soeharto 20 tahun silam yang terpampang dalam berbagai koleksi foto diharapkan memberikan pemahaman kepada mahasiswa. Terutama peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, jatuhnya rezim yang berkuasa selama 32 tahun itu atas peran perjuangan para mahasiswa.

Koordinator Panitia Pameran Foto Refleksi 20 Tahun Reformasi UJB Agus Bintoro menilai, karakter mahasiswa belakangan ini berbeda dengan satu dekade lalu. Mahasiswa saat ini cenderung hanya berkutat dengan bangku perkuliahan. Padahal, ruang belajar mahasiswa sangat luas.

“Mahasiswa 98 dekat dengan rakyat. Bahkan mengorganisasi sekaligus mengadvokasi juga,” jelas Agus di sela pameran.

Agus berpendapat masih banyak agenda reformasi yang belum tercapai. Sebut saja penuntasan tragedi Kedung Ombo dan Tanjung Priok. Pelakunya hingga sekarang masih belum terungkap. Karena itu, Agus berharap gerakan mahasiswa dapat melanjutkan agenda reformasi.

“Reformasi merupakan babakan penting bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Senada disampaikan Wakil Rektor III UJB Puji Puryani. Menurutnya, foto merupakan bukti otentik sejarah masa lalu, sehingga dapat menjadi medium pembelajaran.

“Mempelajari sejarah itu penting sebagai acuan dan refleksi untuk menentukan langkah-langkah kita hari ini,” ujarnya.

Sebagai pewaris bangsa, Puji berharap mahasiswa saat ini harus aktif sekaligus kritis melihat kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan berpikir radikal seperti ingin mengubah dasar Negara. Kendati begitu, Puji mewanti-wanti, sikap kritis mahasiswa tetap harus disampaikan dengan santun.

Nurrohman, seorang pengunjung pameran melihat, potret sejarah peristiwa 1998 terpampang rapi. Mampu menceritakan berbagai rangkaian peristiwa bersejarah itu dengan detail.

“Sehingga membantu memahami alur sejarah reformasi,” ucapnya singkat.

Sekadar catatan, pameran ini hasil kerja sama antara UJB dan Persatuan Nasional Aktivis 98 (Pena98). (cr7/zam/mg1)