SLEMAN – Nama Cristian Gonzales sempat muncul dalam daftar susunan pemain (DSP) starting eleven PSS saat menantang tuan rumah Persegres Gresik, Minggu (6/5). Dia, untuk pertama kalinya ditempatkan sebagai starter ujung tombak tunggal Super Elang Jawa.
Sebelumnya dalam dua laga awal PSS, eks Persik Kediri dan Persib Bandung itu masuk dari bangku cadangan. Namun beberapa menit sebelum kickoff, pengawas pertandingan (PP) Persegres versus PSS mendapatkan panggilan telepon. Pihak operator kompetisi yakni PT LIB di ujung sambungan telepon memberitahukan bahwa Gonzales tidak boleh dimainkan dalam partai tersebut. Alasanya, sebab pihak klub Gonzales sebelumnya yakni Madura United mencabut surat peminjaman El Loco ke PSS.
Tak pelak, hal itu membuat manajemen PSS berang. Untungnya saat itu ada I Made Wirahadi yang bisa diturunkan sebagai pengganti El Loco. Sebab satu penyerang lainnya yakni Tambun Naibaho tidak turut dalam skuad yang diboyong ke Gresik. “Kami akan protes keras ke PT LIB karena ada larangan menurunkan Gonzales saat melawan Gresik,” kata Manajer PSS Sismantoro kepada wartawan.
Sismantoro menjelaskan, saat technical meeting sebelum pertandingan, Gonzales masih dibolehkan untuk dimainkan. Hal itu yang membuat pelatih berani berencana memainkannya sejak menit pertama. Namun beberapa saat sebelum kickoff, pihak PP memberitahu jika Gonzales dilarang untuk dimainkan.
Terkait kondisi tersebut, PSS juga akan mengupayakan penyelesaian dengan cara kekeluargaan. Asisten manajer PSS, Dewanto mengatakan saat ini PSS mencoba membangun komunikasi kembali dengan pihak Gonzales dan Madura United. Pihaknya berharap masalah Gonzales dengan Madura United dapat diselesaikan tanpa harus ke meja hijau.
“Kami juga mencoba menghubungi PSSI untuk meminta bantuan jalan tengah agar masalah ini dapat diselesaikan di ranah sepakbola saja,” ungkapnya seperti dikutip dari situs resmi klub. (riz/ila/mg1)