BANTUL – Pelan tapi pasti eksistensi ikan Guppy kian meroket. Bahkan, di mesin pencarian Google hampir menyamai ikan Koi. Itu menunjukkan bahwa ikan mungil ini berpotensi menjadi primadona baru. Padahal, dulunya ikan ini tak pernah dilirik.

“Sehingga inilah saatnya untuk mengenalkan eksistensi ikan guppy kepada dunia,” jelas Ketua Pelaksana Jogja Gupppy Contest 2018 Danang Prima usai jumpa pers di Foodcourt Jogja Expo Center Minggu (6/5).

Nah, Jogja Guppy Contest 2018 menjadi momen untuk mengangkat pamor Guppy. Ada 35 komunitas yang mengikuti kontes sehari ini. Mereka dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan total 500 akuarium.

Danang berharap penyelenggaraan kontes di Jogja dapat menelurkan terobosan. Terutama untuk merumuskan berbagai jenis kualitas Guppy.

“Ada forum komunitas Guppy juga,” ucapnya.

Senada disampaikan Ketua Indonesia Guppy Popularize Assosiation Jogjakarta Akhmad Taufik Sholeh. Menurutnya, karakter ikan Guppy bergerombol. Di antara mereka juga saling bertegur sapa. Karena itu, Taufik berharap peternak Guppy juga memiliki karakter serupa.

“Sudah sepantasnya para breeder bersatu padu untuk mengangkat pamor ikan Guppy di Indonesia,” harapnya

Taufik juga berharap kegiatan mampu meningkatkan kualitas sekaligus permintaan Guppy. Dengan begitu, kesejahteraan peternak ikut meningkat

Sementara itu, Kepala Karantina Ikan Jogjakarta Hafit Rahman berpesan komunitas Guppy mematuhi cara kirim ikan yang baik (CKIB). Toh, hal tersebut membawa kemudahan. Bagi yang telah mengantongi sertifikat CKIB tak perlu menunggu lama penerbitan surat karantina.

“Kalau sudah punya sertifikat CKIB akan terus diawasi dalam beberapa waktu tertentu,” tandasnya. (**/cr2/zam/mg1)