MUNGKID – Parade Budaya Kebangsaan yang diwujudkan lewat pementasan puluhan kelompok kesenian menjadi penyemarak Deklarasi Tim Sukses (Timses) Ganjar-Yasin Kabupaten Magelang. Kegiatan yang dimeriahkan juga dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang kondang Ki Warseno Slank, berlangsung di Lapangan Pasturan, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (5/5). Sejak pagi hari, sudah ada pementasan tarian topeng ireng, jathilan, reog, brodut, soreng, kubro siswo, grasakan dan lainnya.

Dalam pagelaran wayang kulit sendiri mendatangkan bintang tamu Yati Pesek dan Marwoto sebagai pelawaknya. Ganjar Pranowo tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 dan disambut masyarakat yang memadati Lapangan Pasturan. Dia didampingi segenap ketua DPC atau DPD partai pengusung yakni PDI Perjuangan, PPP, Partai Demokrat, Partai Nasdem dan Partai Golkar.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Ganjar-Yasin Kabupaten Magelang Sariyan Adiyanto, sengaja acara dikemas secara budaya. Harapannya bisa menunjukkan martabat dan adiluhung calon yang diusung.

Ditanya soal target suara di Kabupaten Magelang untuk Ganjar Yasin, Sariyan mengungkapkan optimistis minimal 58 persen dari segi kekuatan partai pengsung. “Namun melihat antusias masyarakat dan dari berbagai acara kemasyarakatan yang diikuti, bisa naik menjadi 60 persen suara Ganjar Yasin di Magelang,” ujarnya.

Acara dilanjutkan penyerahan simbolis sapu lidi dari masing masih ketua partai kepada Ganjar Pranowo. “Hal ini menjadi filosofi atau bentuk suara dari kami bahwa siap memenangkan Ganjar-Yasin di Magelang,” jelas Sariyan.

Sementara Ganjar Pranowo dalam sambutan singkatnya sepakat membawa konsep kerakyatan dan siap berdiri berbaur bersama masyarakat. Dia mengapresiasi pemberian simbol sapu lidi, karena memiliki banyak arti. Salah satunya, sapu lidi dapat dimaknai sebagai membersihkan segala bentuk upaya korupsi. (dem/laz/mg1)