JOGJA – Perawatan pohon dengan memangkas dahan atau daun, belum menjamin tidak akan tumbang. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dengan ancaman pohon tumbang. Terlebih saat memasuki musim pancaroba, yang masih terdapat potensi hujan dan angin kencang.

Meski seharian Jumat (4/5) wilayah Kota Jogja panas terik, sebuah pohon Asam Jawa di Jalan Sisingamangaraja, Karanganyar, Mergangsan, Kota Jogja, tiba-tiba tumbang. Naas, saat itu Damar Widi Sanyoto yang berboncengan dengan Mahmud melintas dan tertimpa pohon setinggi sekitar 15 meter dengan diameter 70 sentimeter itu.

“Tidak ada suara apa-apa, tiba-tiba di depan mata ada pohon tumbang, terus semuanya gelap,” ujar Damar saat ditemui di RS Pratama Jogja. Damar sempat beberapa lama tertimpa motor dan batang pohon Asam Jawa di bagian pinggang dan punggung. Sedang Mahmud luka di bagian kepala.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu Damar dan Mahmud yang baru selesai makan mie ayam hendak kembali ke tempat kerjanya. Menurut Damar, saat kejadian tidak ada pertanda pohon akan ambruk. Terlebih, saat itu tengah terik matahari serta tidak ada angin kencang.

Sebelumnya juga tidak ada suara pohon akan roboh. “Pohon tumbangnya melintang ke barat, katanya karena sudah keropos,” ungkap Damar yang sehari-hari melintasi Jalan Sisingamangaraja itu untuk berangkat kerja.

Penjual mie ayam Slamet, yang lokasinya hanya beberapa meter dari pohon tumbang, juga mengakui sebelumnya tidak ada pertanda maupun angin saat pohon tumbang. “Tiba-tiba ada suara bruk, pohon tumbang sudah menimpa motor. Salah satu sempat terjepit, diangkat banyak orang baru bisa keluar,” jelasnya.

Slamet mengaku sebenarnya warga sudah lama tahu jika pohon itu sudah keropos. Hal itu bisa dilihat dari bagian dalamnya yang keropos. Tapi oleh instansi terkait hanya dilakukan pemangkasan sebagian dahan saja. “Yang dipotong hanya sisi timur, yang barat didiamkan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Suyana mengatakan, pohon di Jalan Sisingamangaraja itu sudah dilakukan perawatan 2016 lalu. “Tapi pengeroposan di akar sulit diprediksi,” ujarnya. Pohon Asam Jawa di utara kantor Kecamatan Mergangsan itu diperkirakan juga sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Suyana menambahkan, pohon jenis Asam Jawa sebenarnya memiliki daya tahan yang lebih kuat, karena bentuk daunnya kecil sehingga bebannya lebih ringan. Tapi ia mengaku tidak bisa memprediksi jika terjadi kerapuhan di bagian akar. “Dari sisi morfologi, pohon itu sangat baik kondisinya. Tapi kita tidak tahu kalau akarnya ternyata keropos,” terangnya.

Hasil pemetaan yang dilakukan DLH Kota Jogja tahun lalu terdapat 70 pohon perindang usia tua yang rawan roboh. Sebagian besar berada di kawasan Jalan Jenderal Soedirman dan seluruhnya pun sudah dilakukan pemangkasan.

Meskipun begitu, pihaknya akan mencermati kembali kondisi pohon dari sisi morfologinya. “Jika sekiranya sudah membahayakan, bisa menjadi pertimbangan untuk ditebang. Tapi kami utamakan untuk perawatan dibanding penebangan,” tuturnya. (pra/laz/mg1)