SLEMAN – Seorang mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) berinisial AM status studinya dinonaktifkan. Langkah tersebut diambil USD karena AM terlibat dalam aksi rusuh demo Hari Buruh di Pertigaan UIN Jogja Selasa (1/5) lalu.

Penonaktifan dilakukan sampai proses hukum AM selesai. “AM melempar bom molotov ke pos polisi. Kami memercayakan proses hukum AM kepada polisi,” kata Rektor USD Johanes Eka Priyatma kemarin.

Eka menyesalkan tindakan AM yang tidak beretika tersebut. Dirinya mewakili USD memohon maaf kepada semua pihak baik instansi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pihak-pihak yang dirugikan tindakan AM.

AM merupakan mahasiswa semester IV Jurusan Sastra Indonesia asal Bandung. Selama ini AM merupakan aktivis teater yang lebih banyak berkegiatan di luar kampus.

Dekan Fakultas Sastra USD Tatang Iskarna mengatakan dirinya tidak mengetahui secara detail baik prestasi maupun aktivitas AM di kelas. “Kami belum bisa bertemu dengan AM sejak dirinya ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Tatang.

Namun orang tuanya sudah menemui pihak USD dan menyampaikan permohonan maaf. “Karena anak tersebut sudah mencemarkan nama baik USD,” ungkapnya.

USD berkomitmen meningkatkan kualitas pendampingan mahasiswa. “Harapan kami mahasiswa selalu bisa menyampaikan pendapat secara etis, berbudi pekerti luhur, dan mempunyai moral yang baik. Tidak perlu melakukan tindakan anarkis tersebut,” tuturnya.

Dikatakan, hanya ada seorang mahasiswa USD yang terlibat aksi kerusuhan tersebut. “Tidak ada mahasiswa USD lain yang ikut serta,” katanya. (ita/iwa/mg1)