MUNGKID-Kesedihan sempat menyelimuti keluarga Suharto di Kempulan, Senden, Mungkid, Magelang. Mereka mendapat kabar tentang kecelakaan truk kontainer di Jalan Mayor Bambang Soegeng, Mertoyudan, Kamis (3/5) lalu.

Kala itu Suharto disebut-sebut sebagai salah satu korban kecelakaan tersebut. Bahkan oleh polisi, jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka. Itu dilakukan setelah pihak keluarga memastikan mayat yang ada di depan mereka, ketika di RSUD Tidar Kota Magelang, adalah Suharto.”Saat di rumah sakit, ada lima orang yang membenarkan korban tersebut Suharto. Jenazah kemudian diurus dan dipulangkan ke alamat tersebut,” kata Petugas Polsek Mertoyudan Aipda Donny Sugiarto, yang merawat korban paska kecelakaan, kemarin.

Tetapi kesedihan itu berubah menjadi kaget dan berujung bahagia. Keluarga korban yang semula menangis dan sempat ada yang pingsan, di hadapan peti jenazah dikejutkan kedatangan Suharto dengan wajah kelelahan. Keluarga yang pingsan pun langsung sadar dan bertanya “tenane”.

Semua jadi jelas, setelah Suharto, 68 tahun memberikan klarifikasi. Bahwa sejak Selasa (1/5) hingga Kamis (3/5), dia memancingdi Waduk Wadaslintang, Kebumen, bersama beberapa temannya. Pria yang sudah memutih semua rambutnya itu, mengaku sempat kaget dikabarkan mengalami kecelakaan di Mertoyudan, saat dirinya sedang perjalanan pulang.”Pak Pangat, teman mancing yang menyeti mobil ditelpon anaknya, mengabarkan kalau saya meninggal karena kecelakaan. Dia pun kaget. Lebih-lebih saya. Lha wong saya masih hidup,” tutur Suharto.

Suharto dan rekan-rekannya saat itu menganggap berita kematian sebagai kabar hoax. Sehingga mereka memilih untuk diam dan tidak mengabarkan ke keluarga soal kondisinya yang masih sehat walafiat. Padahal mereka juga tahu, kalau di media sosial sudah tersebar kabar bahwa Suharto menjadi salah satukorban kecelakaan. Mereka ingin memastikannya di rumah. “Saya baca berita kok ada kecelakaan korban pakai kendaraan (Honda) Beat. Namanya Suharto, alamatnya juga saya. Saat itu saya sadar kalau itu salah informasi,” ujar Suharto.

Jenazah “Suharto” sendiri saat di rumah duka sempat dibuka kembali untuk dilihat. Pihak keluarga mengaku tidak begitu mengenali wajah, karena luka yang di kepala terlalu parah dan tertutup darah. Bahkan kemudian mereka sepakat untuk menutup kembali dan menyolatinya. “Jadi kemarin, jenazah sahabat saya itu telah dibawa ke rumah saya dan sempat di salatkan. Seluruh warga dan keluarga dari luar kota pun juga telah hadir,” ungkapnya.

Suharto mengaku korban sebenarnya adalah Albertus Joko Susetyo, warga Mungkid. Pihak kepolisian mendasarkan data korban dari KTP yang di dompet. Padahal KTP milik Suharto ada di tangan Joko Susetyo semata untuk mempermudah pengurusan pensiunan.

Jadi memang KTP itu dibawa oleh sahabatnya yang bernama Albertus Joko Susetyo, warga Mungkid, untuk mengurus administrasi. Karena mereka berdua ini pensiunan dari Bank BRI.”Dan beliau yang sering membantu saya untuk mengurus administrasi saya,”jelasnya.

Aipda Donny menambahkan, setelah pihak polisi melakukan identifikasi ulang, ternyata janazah tersebut adalah Alberthus Djoko Sasetyo, 50 tahun, warga Dusun Mungkid II, RT 001/011, Desa Mungkid, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Jenazah ‘Suharto’ yang sebelumnya diupokoro (dirawat, Red) secara muslim, dipakaikan kain kafan, lantas diganti dengan jas resmi, sepatu, kaos tangan, sesuai agamanya. “Jenazah sudah diserahkan ke keluarga,” jelas Donny.

Ketika kecelakaan, lanjut Donny, ternyata alhmarhum Djoko sedang meminjam KTP Suharto dan menaruhnya di tas. Keduanya memang saling kenal dan menjadi teman baik. “Kami mohon maaf atas kesalahan itu, karena kita cek tas korban dan ditemukan KTP atas nama Suharto,” pintanya.

Seperti diketahui, truk kontainer melompati pembatas Jalan Raya Magelang-Jogja, tepatnya di depan Kuliner PKL Mertoyudan atau Toko Mebel Modern, Kamis Sore. Menurut Kasatlantas Polres Magelang, AKP Setyo Budi Waspada didampingi Kanit Laka Ipda Bima Alief Caesar Gumilang selain truk, kecelakaan melibatkan dua sepeda motor. Yakni Honda Beat warna hitam Nopol AA 2321 QG dan SPM Honda Supra warna hitam Nopol AB 4190 IZ. “Korban meninggal di tempat atas nama Ari Robiansyah, 32 tahun, warga Timuran III/112 Brontokusuman Mergangsan Kota Jogja,” kata Waspada. (dem/din/mg1)