KULONPROGO – Gua Batu Jonggol di Dusun Gunung Pentul, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo diresmikan sebagai destinasi wisata sejarah, alam dan budaya. Gua yang berada dekat jalan Wates-Sermo ini berpotensi menjadi magnet wisatawan.

Berdasarkan informasi sejarah, Gua Batu Jonggol diperkirakan dibuat sekitar 1940-1941 pada masa penjajahan Belanda. Proses pembuatannya dipimpin Nyan Pietier Nyanvin berkaitan dengan penambangan mangaan.

Pada masa penjajahan Jepang, penambangan mangaan terhenti. Kembali beroperasi pada 1955 sampai 1958 dikerjakan dengan sistem kontrak dari berbagai negara. Di antaranya Malaysia, Jepang dan Belanda.

Penambangan mangaan berlanjut pada 1960 hingga 1965. Dikuasai pemborong besar asal Tiongkok. Penambangan berhenti saat terjadi peristiwa G30S/PKI.

“Gua Batu Jonggol kami resmikan menjadi objek wisata sejarah, alam dan budaya,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Camat Pengasih Aspiyah mengatakan akan berupaya membuat objek wisata baru tersebut bisa dijadikan jujukan wisatawan. “Gua Batu Jonggol memiliki dimensi 80 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 3,5 meter. Ketebalan dinding sekitar 25 meter,” katanya. (tom/iwa/mg1)