KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo menyiapkan 100 paket pelatihan kerja selama 2018. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Kulonprogo menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo Eko Wisnu Wardana mengatakan 100 paket pelatihan itu terdiri dari 90 paket pelatihan kerja bagi masyarakat dan 10 paket pelatihan kebandaraan.

“Paket pelatihan disediakan sebagai usaha mendampingi para pencari kerja sehingga memiliki kecakapan bersaing di tempat kerja,” kata Eko Wisnu Kamis (3/5).

Dijelaskan, lama pelatihan bervariasi tergantung target pelatihan. Ada yang satu bulan dan ada juga yang mencapai satu setengah bulan. Khusus untuk NYIA, paket pelatihan tentang kedirgantaraan, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

“Kami juga akan memfasilitasi para peserta untuk memiliki kompetensi dan sertifikasi yang memadai. Dengan cara mengikutsertakan peserta pelatihan dalam program magang dan uji kompetensi. Nantinya kami tawarkan kepada mereka, mau bekerja mandiri atau ikut perusahaan,” kata Eko Wisnu.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menambahkan, pelatihan bahasa asing tak kalah penting. Sangat dibutuhkan di pasar tenaga kerja.

Selain itu, melakukan inisiasi pembentukan pondok-pondok kerja baru guna menyerap pengangguran perlu dilakukan. Langkah selanjutnya, membuat sistem pendataan pengangguran.

Mulai dari usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, apakah mereka akan melanjutkan sekolah. Terserap menjadi tenaga kerja atau menjadi pengangguran, semua didata.

“Termasuk ketrampilan yang dimiliki lulusan, nomor kontak yang aktif dan bisa dihubungi. Kami akan membangun korespondensi kepada minimal 200 perusahaan Indonesia maupun asing,” kata Hasto. (tom/iwa/mg1)