JOGJA-Setelah pertandingan melawan Mojokerto Putra, manajemen PSIM Jogja memberikan rehat bagi para pemain. Hal itu agar pemain bisa melepas ketegangan dan lebih fresh. Sehingga dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya bisa kembali muncul motivasi bermain.

“Kami melihat lebih ke psikis pemain,” kata Manajer PSIM Erwan Hendarwanto kepada wartawan, Kamis (3/5). Manajemen mem-push agar mereka tidak terlalu terbebani. Beban itu coba dihilangkan. Tim akan melakukan pendekatan dan memberikan pengertian, agar bisa lebih lepas dalam bermain.

Selanjutnya, jika kondisi psikis dan mentalitas pemain sudah membaik, tinggal berjuang untuk bisa kembali menuai poin. Terlebih pada laga home kemarin gagal meraih tiga angka, maka perlu diupayakan di setiap laga harus terus meraih poin. “Di laga home tiga poin mutlak diamankan, sedangkan untuk away sebisa mungkin diupayakan minimal satu poin. Termasuk di Biak ini kalau bisa bisa dapat poin maksimal,” imbuhnya.

Melawat ke Biak, PSIM berencana akan hanya membawa 16 pemain. Kemungkinan masih minus Ismail Haris dan Fachri Muslim yang masih terkendala kebugaran. Beruntung, PSIM sudah bisa memainkan Raymond Tauntu di posisi gelandang bertahan setelah terbebas dari hukuman kartu merah. “Fachri sudah bisa joging tapi kemungkinan belum akan dibawa,” bebernya.

Disinggung terkait gambaran main Biak, tim pelatih sudah melakukan pengamatan. Seperti mengandalkan kecepatan, ngotot dan daya juang maksimal. Melihat itu, pemain PSIM perlu antisipasi dan bermain kompak serta disiplin. “Kami optimistis bisa mendapat hasil positif,” tutur Erwan. (riz/din/mg1)