BERMANFAAT: Sejumlah siswa SMK Giri Handayani Kepek, Wonosari melakukan pengecekan tekanan darah pedagang di Pasar Argosari Wonosari, Kamis (3/5). (GUNAWAN/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL – Ribuan siswa SMA/SMK menyambut kelulusan Kamis (3/5). Di Gunungkidul, momentum “melepas” seragam putih abu-abu dilalui dengan kegiatan positif.

Salah satunya dilakukan oleh siswa SMK Giri Handayani Kepek, Wonosari yang menggelar kegiatan bakti sosial.

Lembaga pendidikan kejuruan bidang kesehatan tersebut turun ke jalan membawa pesan dan kesan positif. Ilmu yang diperoleh selama duduk di bangku sekolahan langsung dipraktikkan. Yakni melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis.

Guru Praktik SMK Giri Handayani Eka Wahyu Nugraha mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud syukur karena siswa telah lulus. Menyambut dunia baru dengan kegiatan positif diyakini mampu mendorong anak agar mudah dalam meraih kesuksesan.

“Ini untuk acara syukuran kelulusan. Dari pada coret-coret dan konvoi kami melaksanakan bakti sosial,” kata Eka di sela mendampingi anak didik saat mengecek tekanan darah para pedagang di Pasar Argosari.

Dia menjelaskan, dalam kesempatan kemarin ada dua kegiatan masing-masing pengecekan tekanan darah dan pembagian masker. Selain murid kelas III, acara ini juga melibatkan peserta didik kelas dua.

“Kami membagikan sebanyak 600 masker. Selain pemeriksaan tekanan darah juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarkat di pasar,” ujarnya.

Seorang siswi kelas 3 SMK Giri Wonosari Sinta Pangestu Wulandari mengaku senang mengikuti kegiatan bakti sosial. Menurutnya, sudah bukan zamannya lagi lulus menggelar konvoi dan menggelar aksi coret-coret baju.

“Kami ingin memberikan ilmu selama di sekolah kepada masyarakat. Kami sangat bahagia ternyata kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat,” kata Sinta.

Seorang pedagang pasar Yuli Saptono mengapresiasi kegiatan anak-anak SMK Giri Handayani. Dia mengaku baru saja menjalani pemeriksaan tekanan darah dari para siswa tersebut. “Semoga apa yang dicita-citakan mereka terkabul,” kata Yuli saptono.

Sementara itu, sejumlah siswa SMK Negeri 1 Pundong bersuka cita setelah dinyatakan lulus di sekolah mereka, Pundong, Bantul, kemarin. Pengumuman kelulusan di sekolah tersebut dilakukan dengan cara mengundang para siswa beserta orang tua agar menghindarkan dari aksi coret-coret seragam dan konvoi di jalanan.

Di Sleman, siswa SMK Kesehatan Binatama mengadakan wisuda di sekolah. Kepala Sekolah SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti mengatakan, berdasarkan hasil UNBK 2018 tingkat Kabupaten Sleman, SMK Kesehatan Binatama berhasil meraih peringkat ke-18 dari 57 SMK.

Dia mengungkapkan, 83 siswa SMK Kesehatan Binatama berhasil lulus 100 persen dengan jumlah siswa Program Keahlian Keperawatan sebanyak 51 siswa dan Program Keahlian Farmasi sebanyak 32 siswa.

“Jumlah nilai tertinggi Program Keahlian Keperawatan berhasil diraih oleh Thifal Azhaar Aufa Briandani dengan nilai 312,00 sedangkan jumlah nilai tertinggi Program Keahlian Farmasi sekaligus nilai tertinggi di SMK Kesehatan Binatama berhasil diraih oleh Laras Dafariyanti dengan nilai 320,5,” ungkapnya. (gun/aga/ita/ila/mg1)