MUNGKID-Setelah terdampak banjir lahar dingin erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam, Jembatan Pabelan (Srowol) di ruas jalan Mendut – Tanjungjapuan, Mungkid, Kabupaten Magelang, dibangun kembali dan diresmikan kembali. Posisi jembatan baru ini agak bergeser dari jembatan lama.

Menurut Kepala Dinas PUPR Pemkab Magelang Heriyanto, Jembatan Srowol sangat penting bagi urat nadi ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Magelang. “Ruas jalan ini kami harapkan dapat menjadi jalur alternatif dari bandara baru Kulonprogo, DIJ menuju kawasan Borobudur,” kata Heriyanto Kamis (3/5).

Proses pembangunan jembatan Srowol, telah rampung pada awal 2018, dengan konstruksi beton pada rangka bawah dan baja pada bagian atas. “Konstruksi baja merupakan bantuan dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Sementara panjang jembatan adalah 60 meter dan lebar 7 meter,” tuturnya.

Dirjen Bina Marga PUPR RI Arie Setiadi Moerwanto menyatakan kekagumannya atas pemandangan di sekitar jembatan Srowol dan wilayah Magelang secara keseluruhan. “Turis nggak suka lewat jalan tol, tapi lebih suka lewat pedesaan lihat kehidupan masyarakat nyata. Semoga jembatan ini bisa meningkatkan taraf ekonomi warga juga. Tinggal gimana kita bikin turis tinggal lebih lama lagi di Magelang,” ujar Arie.

Arie berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kondisi jembatan Srowol dengan baik. Ia mengimbau tidak ada aktivitas penambangan di hulu sungai Pabelan. “Dikhawatirkan akan ada degradasi air sungai. Jadi, jangan sampai ada galian C (truk pasir) di hulu, agar kaki jembatan tidak tergerogoti. Saya juga titip pada BBWSSO untuk jaga sungai Pabelan ini,” tegasnya.

Pjs Bupati Magelang, Tavip Supriyanto, sangat mengapresiasi Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR yang telah memberikan bantuan dalam pembangunan jembatan gantung Srowol. “Karena tidak mungkin kami membangun jembatan ini dari APBD (Kabupaten Magelang) sendiri. Program-program Kementrian PU sangat bermanfaat dan membuat masyarakat Kabupaten Magelang jadi sejahtera,” tandas Tavip. (dem/din/mg1)