PURWOREJO-Lima pelaku tindak kriminal kejahatan dengan modus mengganjal kartu anjungan tunai mandiri (ATM) diringkus jajaran Reskrim Polres Purworejo. Polisi masih mendalami kemungkinan para pelaku adalah spesialis ganjal atm yang beraksi di banyak tempat.

Kelima pelaku yang ditangkap di sebuah hotel di Jogjakarta. Di antara mereka tidak ada satupun yang beralamat di Purworejo. Mereka adalah Agung Saputra, 39, warga Jalan Nawawi Gelar Dalom Sukajaya LK 1 RT 1 RW- Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Taufik Hidayat, 35, warga Cibodas Kecil RT 4 RW 3 Kelurahan Cimone Kecamatan Karawasi Kota Tangerang.

Kemudian Herdiansah, 35, warga Pekon Kagungan RT 1 RW 3 Desa Kagungan Kecamatan Kota Agung Timur kabupaten Tanggamus Lampung, Rulliz Saputra, 29, warga Dusun muara Kelapa Desa Tanjung Jaya Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Lampung dan Sansan Gunawan, 26, warga Jalan H Nur RT 4 RW 10 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi Jawa Barat.”Mereka melakukan aksi ganjal ATM di sebuah toko swalayan di Purworejo Selasa (17/4) sekitar pukul 13.00. Korbannya Dini Maryana, 44, warga Kelurahan Baledono RT 6 RW 4 Kecamatan/Kabupaten Purworejo,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi, Kamis (3/5).

Pelaku memilih korban perempuan. Mereka saling berbagi tugas untuk memuluskan saat beraksi di lapangan. Agung Saputra bertugas memasang perangkap berupa tusuk gigi ke dalam mesin ATM. Saat melihat ada korban yang hendak menggunakan mesin, satu pelaku yakni Taufik Hidayat akan bertindak sebagai orang yang hendak mengambil uang di ATM juga.

Di saat korban panik, Hidayat akan berusaha membantu korban mengatasi permasalahannya. Di tengah kepanikan akan muncul Rulliz Saputra yang akan mengelabuhi korban dengan menggantikan kartu dimana sebelumnya meminta nomor PIN.

Pelaku Hidayat juga terus membantu jika semua uang yang ada akan tetap aman. Setelah berhasil memperdaya korbannya, para pelaku akan bergerak keluar dari lokasi kejadian dimana sudah ditunggu dua orang yang bertindak driver yakni Sansan Gunawan dan Herdiansah. “Uang tidak langsung mereka ambil dari ATM, tapi terlebih dahulu ditransfer. Dari aksi ini korban mengalami kerugian hingga Rp 55 juta,” jelas Kholid.

Salah satu pelaku, Agung Saputra mengaku jika pemanfaatan tusuk gigi untuk menahan kartu atm memang sangat mudah. Tusuk gigi akan dipotong sedikit dan diletakkan tepat disamping tempat masuk ATM. Kartu yang masuk sebagian dan tidak tampak dari luar akan tertahan, dan di saat itulah kecepatan tangannya teman yang bertindak sebagai calon penarik kartu akan bertindak. “Teman akan langsung menggantikan kartu yang telah disiapkan sebelumnya,” kata Agung.

AKP Kholid Mawardi menambahkan dari pengakuan para pelaku, jika tindak pidana yang dilakukan kawanan itu di Purworejo adalah yang pertama kalinya. Hanya saja, pihaknya masih akan mendalami kemungkinan ada kejadian lain baik di Purworejo maupun wilayah lain.”Kami belum bisa mengira-ira, yang jelas kita komunikasikan dengan Polres lain terhadap adanya kemungkinan kejadian diluar kota,” tambahnya.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya uang tunai senilai Rp 20 juta, potongan tusuk gigi, kaos hasil pembelian dari uang yang diambil, 3 buah handphone, beberapa keping kartu atm dari bank BRI, BNI, bukti pembayaran tempat karaoke, 1 unit mobil mobilio, 1 unit mobil Toyota Avanza. “Dari kasus yang dilakukan para pelaku disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun penjara,” ungkap Kholid. (udi/din/mg1)