SLEMAN – Siang tadi Jumat (4/5) perwakilan Aliansi Masyarakat Anti Anarkisme (Aman) kembali mendatangi Mapolda DIJ untuk menanyakan perkembangan terkait proses penyidikan demonstrasi pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

Juru Bicara Aman Agung Budyawan mengatakan, kedatangan mereka ditemui oleh Wadireskrimum AKBP Nugrah Trihadi. Agung mengatakan, perwakilan Aman sempat melihat-lihat barang bukti yang disita polisi dari para pelaku dalam kunjungan itu.

“Sempat melihat-lihat barang bukti yang disita polisi dari para pelaku,” ujarnya.

Kesimpulannya, aksi rusuh telah dipersiapkan matang. Terbukti adanya puluhan molotov dari botol miras congyang, bensin plastikan, pentungan, mercon ukuran besar, batu-batu sedua kepalan tangan, sejumlah kaus, topi, tas, spanduk, poster serta benda bukti lain.

“meminta pelaku vandalisme berisikan ancaman pembunuhan terhadap Sultan dapat diungkap serta mendesak untuk segera merilis nama-nama pelaku yang melarikan diri dalam Daftar Pencarian Orang,” jelasnya.

Wadireskrimum AKBP Nugrah Trihadi menyampaikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Delapan pelaku ditahan di Polda dan empat tahanan kota. Sementara mereka dijerat pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang berdampak terjadinya kerusuhan dan perbuatan anarki dan pasal 170 KUHP tentang perusakan fasilitas umum dan satu pasal tambahan tentang penyalahgunaan narkoba. “Dalam waktu dekat kami akan segera melimpahkan berkas ke pihak kejaksaan,” ujarnya. (amd/ila/mg1)