BANTUL – Kemenangan PS Tira 2-1 atas Bali United mengeluarkan The Young Warriors dari dasar klasemen. Manahati Lestusen dkk saat ini menapak peringkat 14 atau dua setrip di atas zona degradasi. Kendati demikian, pemain diminta tidak terlalu jemawa dan tetap fokus untuk menatap partai selanjutnya.

Di pekan ke tujuh, PS Tira sudah ditunggu kampiun musim lalu Bhayangkara FC, Jumat (4/5). Kedua tim berselisih satu poin dengan Bhayangkara berada persis di bawah PS Tira dengan koleksi enam poin dari enam laga.

Asisten Pelatih PS Tira Letkol CPM Zainul Arifin meminta para pemain tidak berpuas diri atas kemenangan yang diraih atas Bali United. Menurut Zainul, kemenangan atas Bali United sangat penting karena bisa mengangkat mental para pemain. Namun, dia tak mau pemain kelewat percaya diri.

“Kemenangan kemarin patut kami syukuri karena di tiga pertandingan terakhir kami memang meraih hasil buruk. Jadi, dengan kemenangan tersebut mental pemain terangkat kembali. Tapi, tidak boleh terlena karena perjuangan masih panjang,” katanya kepada wartawan.

Menurut pria yang pernah merumput bersama Persija Jakarta (1990-1995), Abduh Lestaluhu dkk harus tetap fokus dan bekerja keras di setiap pertandingan. Apalagi lawan yang akan dihadapinya akan bermain di kandang. Terlebih dengan materi pemain yang cukup bagus. “Harus terus berbenah karena masih ada kelemahan yang terlihat di pertandingan lawan Bali United seperti kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang,” ujarnya.

Duel Bhayangkara versus PS Tira juga diprediksi akan berjalan sengit. Mengingat kedua tim pasti akan berjuang mati-matian untuk menghindari zona degradasi. Dari tabel klasemen, Bhayangkara hanya unggul selisih gol dari PSMS Medan di peringkat 16 yang termasuk zona degradasi.

Yakni dari Arema FC dan PSIS Semarang, dua tim paling buncit hanya berselisih satu poin. “Tentu tekad harus disatukan agar di pertandingan nanti kita kembali meraih hasil positif,” tandas pria yang kini menjabat sebagai Dandenpom Cirebon tersebut. (riz/din/mg1)