SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo menyesalkan kerusuhan yang mewarnai aksi memeringati May Day di UIN (1/5). Beberapa peserta demo bertindak anarkis dengan melempari pos polisi pertigaan UIN Suka hingga terbakar.

“Meskinya tidak perlu terjadi, peringatan hari buruh di Sleman bisa dirayakan dengan kegiatan positif seperti jalan santai yang mengumpulkan semua lapisan masyarakat,” ujar SP, sapaan Sri Purnomo (2/5).

Menurut SP, May Day bisa dijadikan hari keluarga. Semua berkumpul. Mulai pejabat pemerintahan, pengusaha, karyawan, dan buruh. Dalam kebersamaan tersebut apa yang menjadi keluh kesah selama ini bisa didiskusikan dengan baik.

“Semua berkumpul di situ, bisa ngomong bareng dan disampaikan secara etis. Bukan dengan aksi anarkis seperti itu,” ujar SP di rumah dinas bupati kemarin.

Mengenai kesiapan peserta yang membawa alat-alat perusakan, SP mengaku tidak bisa berkomentar banyak. Semua ia serahkan kepada pihak berwajib dan berharap segera kondusif serta tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.

“Salah satu bentuk antisipasi kami adalah dengan menggelar kegiatan bersama tadi, bukan aksi demo,” kata SP. (ita/iwa/mg1)