BANTUL- Ada momen spesial saat laga PSIM Jogja menjamu Mojokerto Putra, Selasa (1/5). Kala itu, menerima umpan tarik dari sisi kanan pertahanan PSIM, hampir saja sontekan Krisna Adi menjebol gawang Ivan Febrianto. Beruntung, bola urung bergulir melewati garis dan bisa dibersihkan Edo Pratama. Salah satu peluang emas Mojokerto Putra di menit 55.

Ya, sepanjang pertandingan, pemain bernomor punggung 9 itu selalu mendapat sorakan suporter PSIM ketika mendapat bola. Namun ketika ditarik di menit 66 digantikan Rendi Wijanarko, dia mendapatkan standing aplause dari fans PSIM. Dia juga ikut menyanyikan anthem PSIM seusai laga. Terlihat saat memasuki lorong ganti pemain, air matanya mengalir.”Rasanya luar biasa, tidak menyangka mendapat sambutan seperti itu. Perasaanya campur aduk antara senang dan sedih,” katanya kepada Radar Jogja.

Terkait sorakan suporter tuan rumah, dia menilai hal tersebut hal yang wajar.

Menurutnya, suporter PSIM harus loyal dan memberikan tekanan pada tim lawan agar mentalnya jatuh. “Tekanan bagi saya tidak masalah, itu malah bagus memberikan tekanan ke lawan. Saya keluar dulu, tapi saya berjanji suatu saat akan kembali ke PSIM,” tuturnya. (riz/din/mg1)