WONOSARI – Pengenalan destinasi wisata baru susur Kali Oya terus dilakukan Dinas Pariwisata DIY. Bersama Pokdarwis Klayar Manunggal di Bugel, Klayar, Kedongpoh, Nglipar, Gunungkidul Dinas Pariwisata DIY mengadakan Gelar Budaya (28/4).

Bertemakan Ayo Makaryo Mbangun Deso, acara dimulai pagi hingga malam. Menyuguhkan berbagai hiburan di antaranya karawitan atau uyon-uyon Jatilaras, Jathilan Sekar Kinasih dari Gebah Padukuhan Lebak dan Pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kegiatan berlangsung di sekertariat Pokdarwis Klayar Manunggal.

Pertunjukan berlangsung meriah dan kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan daya tarik wisata di Padukuhan Klayar. Serta memberikan wadah untuk budaya lokal sebagai tempat mengekspresikan diri dalam bentuk seni tradisional.

Ketua Kelompok Wisata Klayar Manunggal Sunarno mengatakan Wisata Susur Kali Oya menawarkan dua rute. Yakni rute pendek berjarak 1,5 kilometer, serta panjang berjarak empat kilometer.

“Untuk jarak pendek pengunjung dikenai tarif Rp 15.000 ribu. Sedangkan jarak panjang Rp 30.000 ribu. Sudah termasuk makan, minum serta snack,” kata Sunarno.

Ada dua wisata di Klayar yaitu Desa Wisata Klayar dan Klayar Manunggal. Tempat ini juga menawarkan keindahan alam yang patut dikunjungi, seperti outbond, arena berkuda, perahu tradisional, kuliner, serta taman buah.

“Wisata Klayar Manungal belum ada setahun berdiri. Dirintis Juni 2017, namun perkembangannya cukup menggembirakan,” kata Kepala Seksi ODTW Dinas Pariwisata DIY Wardoyo.

Wardoyo mengapresiasi kegiatan pelestarian budaya oleh masyarakat Padukuhan Klayar. Hal itu sebagai upaya melestarikan adat dan tradisi. Dia berharap acara ini dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan wisatawan mancanegara maupun domestik.

Gelar budaya di Padukuhan Klayar ditutup malam harinya dengan Pagelaran Wayang Kulit yang mengangkat lakon Sepasarane Abimanyu. Menghadirkan Ki Dalang Wakijan Tondo Raharjo. (*/a1/iwa/mg1)